Target LIBAS Gagal, KONI Lotim Kecewa

Selong (Suara NTB) – Gagalnya kontingen NTB meraih 15 medali emas (LIBAS) pada Pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) di Bandung Jawab Barat tahun 2016 ini tentu merupakan suatu pukulan bagi NTB. Betapa tidak, dari target yang sudah ditetapkan itu, NTB hanya berhasil membawa pulang 11 emas.

“Gagalnya NTB meraih 15 emas itu tentu membuat kita kecewa,” aku Ketua KONI Lotim, H. Haerul Warisin, Jumat, 30 September 2016.

Iklan

Haerul yang juga merupakan Wakil Bupati Lotim ini menjelaskan bahwa, gagalnya kontingen NTB mencapai target yang sudah ditetapkan itu tentu disebabkan oleh berbagai faktor. Namun menurut pandangannya, target 15 emas itu gagal diraih karena masih lemahnya koordinasi yang dilakukan oleh provinsi dalam hal ini KONI NTB bersama KONI di kabupaten/kota. Apabila misinya mendapatkan emas banyak, kata Wabup, maka koordinasi antara provinsi dan kabupaten/kota harus terus ditingkatkan.

“Kalau targetnya ingin meraih emas banyak, KONI NTB harus tingkatkan koordinasi dengan kabupaten. Jangan mereka berdiri sendiri karena di provinsi itu anggarannya besar, undanglah kita walaupun hanya sekedar rapat kalau misinya ingin meraih banyak emas,” kritiknya.

Disebutkannya, dalam pelaksanaan PON tahun ini KONI Lotim mengirim sebanyak 6 atlet yang terdiri dari 1 atlet Panjat Tebing, 1 atlet Boxer, 1 atlet Tenis Meja, 1 atlet Dansa, 1 atlet Senam dan Atletik (lari). Dari 6 atlet yang dikirim itu, katanya, KONI Lotim sebelumnya sangat optimis untuk membawa pulang medali emas dalam Cabor Panjat Tebing dan Tarung Derajat alias Boxer.

“Dari enam Cabor itu, kita hanya dapat medali perak di Boxer dan medali perunggu di cabor Lari,” sebutnya.

Meskipun demikian, kata Haerul, Pemda Lotim tetap memberikan penghargaan terhadap dua atlet asal Lotim yang telah berhasil membawa pulang medali yakni uang tunai sebesar Rp. 10 juta untuk medali Perunggu dan Rp 30 juta untuk medali Perak. Penghargaan ini diberikan sabagi bentuk kepedulian Pemda Lotim untuk terus memacu prestasi-prestasi generasi muda dibidang olahraga agar dapat lebih baik kedepannya. (yon)