Target kekebalan Kelompok di Mataram Tercapai

Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Sumber : Pixabay)

Mataram (Suara NTB) – Capaian vaksinasi Covid-19 di Kota Mataram menunjukkan progres positif. Sampai dengan 12 September 2021 tercatat vaksinasi dosis pertama telah mencapai persentase 69,63 persen. Dengan penambahan jumlah masyarakat yang mengikuti vaksinasi setiap harinya, pembentukan herd immunity atau kekebalan kelompok atas penyebaran Covid-19 segera tercapai dengan memenuhi target vaksinasi 70 persen dari total penduduk di Kota Mataram.

“Kita pastikan herd immunity secepatnya kita raih dengan capaian vaksinasi ini. Paling tidak hari ini, 13 September 2021 sudah bisa 70 persen. Karena sekarang tinggal 0,37 persen saja yang belum tervaksin untuk standar (pembentukan herd immunity) itu,” ujar Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Mataram, I Nyoman Suwandiasa, Senin, 13 September 2021.

Iklan

Untuk memenuhi target tersebut pihaknya juga menargetkan vaksinasi 3.200 orang warga Kota Mataram per hari. Target tersebut disesuaikan dengan target pemerintah untuk meningkatkan capaian vaksinasi secara nasional.

“Untuk itu kita utamanya sekarang bagi siswa kita, terutama jenjang SMP-SMA sederajat. Nanti bisa juga vaksinasi ini dilakukan di sekolah-sekolah, tempat ibadah, puskesmas, dan fasilitas publik lainnya seperti mall dan lain-lain,” jelas Nyoman.

Pihaknya memastikan stok vaksin yang tersedia di Kota Mataram saat ini sanggup memenuhi kebutuhan tersebut. Baik untuk vaksinasi Covid-19 dosis pertama maupun dosis kedua. “Sekarang Satgas sedang menyiapkan waktu pelaksanaan vaksinasinya,” ujarnya.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Mataram, H. M. Carnoto menyebut strategi vaksinasi khusus untuk siswa sekolah tersebut diambil karena melihat capaiannya yang masih minim dibanding kelompok lainnya. “Ini sebenarnya sudah dimulai (kegiatan vaksinasi), tapi kita harus koordinasikan lagi dengan Dinas Pendidikan dan BPBD untuk backup-nya,” ujarnya, Senin, 13 September 2021.

Berdasarkan estimasi sementara di masing-masing sekolah akan dilakukan vaksinasi untuk 800-1.000 orang siswa. Untuk itu, Dinas Kesehatan telah menyiapkan lebih dari 600 orang vaksinator yang siap bertugas.

“Yang lama nanti di screening awal. Kalau vaksinasinya hanya sebentar, tidak sampai satu menit. Jadi di masing-masing sekolah paling banyak kita turunkan tiga orang vaksinator supaya lancar,” jelas Carnoto. Berdasarkan catatan pihaknya, stok vaksin yang tersedia masih sebanyak 2.600 vial vaksin jenis Sinovac. “Ini cukup untuk sekitar 4.000 dosis, karen sekarang Sinovac satu vial-nya untuk dua dosis. Beda dengan Moderna,” sambungnya.

Di sisi lain, Carnoto menekankan tercapainya herd immunity dengan vaksinasi 70 persen warga Kota Mataram bukan berarti penanganan pandemi Covid-19 dapat dilonggarkan. Dengan capaian tersebut penerapan protokol kesehatan berbasis 5M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, mengurangi mobilitas) harus terus diperkuat agar penularan tidak kembali terjadi hingga kasus meningkat.

“Walaupun target kita untuk (vaksinasi) 70 persen sudah tercapai, kita akan lakukan terus. Karena pada dasarnya masih ada 30 persen warga Kota Mataram yang belum menerima vaksinasi. Jadi jangan sampai lengah hanya karena berhasil target yang 70 persen sudah selesai,” ujarnya.

Menurutnya, salah satu tujuan vaksinasi adalah memunculkan imunitas seseorang agar memiliki kekebalan dalam menghadapi penularan virus. Herd immunity sendiri bertujuan untuk meminimalisir potensi penularan dengan meningkatkan imunitas kelompok masyarakat.

“Jadi dengan vaksinasi 70 persen itu, ibaratnya dari 10 orang paling tidak 7 orang ada jaminan tidak menularkan atau tertular virus. Tetapi kita bersama Pemkot Mataram akan terus melaksanakan vaksinasi bagi masyarakat yang belum divaksin, selama stok vaksin dan sasaran vaksinasi masih ada,” tandas Carnoto. (bay)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional