Tanwir Ke-XXVIII, IMM Dituntut Jadi ‘’Ahmad Dahlan’’ di Era Perubahan

Pidato Ketua PP Muhammadiyah H. Haedar Nashir di Tanwir ke XXVIII IMM. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Tanwir ke XXVIII Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM)  didorong melahirkan kader yang membawa perubahan. Era digital saat ini menuntut perubahan sekaligus mengantisipasi ketertinggalan. Jauh sebelumnya, semangat perubahan itu sudah ada pada KH. Ahmad Dahlan, pendiri organisasi Islam Muhammadiyah.

Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Dr. H. Haedar Nashir ingin pemikiran KH Ahmad Dahlan itu ada pada kader IMM dalam menyongsong perubahan. ‘’Maka jadilah “Dahlan Dahlan”  muda di  abad 21 ini,” pesan Haedar Nashir dalam  pembukaan Tanwir yang berlangsung di Gedung Asrama Haji Mataram, Kamis, 6 Februari 2020.

Iklan

Dalam agenda Tanwir itu, hadir pengurus hingga anggota DPD IMM dari  sejumlah daerah. Tak ketinggalan organisasi otonom hingga para alumni yang tergabung dalam Forum Komunikasi Alumni (Fokal) IMM.

Haedar berpesan, dari Tanwir itu para kader IMM tetap konsisten membawa misi Islam dan ke-Muhammadiyah-an. Sehingga dalam situasi apapun, perubahan zaman,  prinsip pergerakan amar ma’ruf nahi munkar harus ditegakkan. “Jadikan ini sebagai karakter pergerakan IMM,” sarannya.

Perubahan zaman itu sudah jelas terlihat, berdampak pada situasi positif hingga destruktif. Sebagai kader muda yang progresif, adaptasi dengan perkembangan zaman adalah mutlak. Era revolusi industri 4.0 di depan mata, jadi tantangan relatif berat jika tidak adaptif.

‘’Maka tidak mungkin bertahan hidup tanpa perubahan.  Maka, yang harus dilakukan memahami identitas IMM itu sendiri, sebagai pondasi dan bingkai akhlak dalam menyongsong perubahan,’’ tandasnya.

IMM menurutnya, sudah punya nilai lebih dalam semua aspek kehidupan, salah satunya adalah kualitas. Setelah agenda Tanwir, disarankannya agar para kader mengukur kiprahnya di semua aspek kehidupan.

‘’Jadikan Tanwir ini sebagai pergulatan intelektual. Tapi, jiwa dan pemikiran harus tetap berdasarkan ahlak,’’ pintanya.

Hadir juga dalam agenda Tanwir itu Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah. Sementara dari pemerintah pusat, hadir  Plt Dirjen Politik dan Pemerintahan umum , Dr. Bahtiar, M.Si.  ia menyampaikan pesan ucapan selamat Tanwir IMM dari Mendagri Jenderal (Purn) Prof. Tito Karnavian. Bagi dia, agenda itu akan menjadi rumusan gagasan dan program organisasi selanjutnya dalam berkiprah  kepada negara.

Era saat ini, kata dia, seluruh dunia bersaing untuk kekuatan ekonomi. Di Indonesia, dikenal dengan bonus demografi usia produktif yang memperebutkan angkatan kerja berjumlah mencapai jutaan jiwa.

 ‘’Jika produktif, jumlah besar itu akan jadi kekuatan ekonomi,  akan jadi jadi alat produksi hebat. Kalau ini terjadi, maka negara kita akan menjadi negara maju. Tapi kalau jadi pengangguran semua, bukan jadi negara maju, bisa membuat disaster demografi,’’ ujarnya mengingatkan.

Maka, IMM menurutnya bagian dari tanggung jawab memajukan pemikiran masyarakat agar produktif. Caranya adalah dengan mengubah pola pikir. ‘’Anda harus jadi bagian dari ilmu pengetahuan untuk kendalikan alam yang akan mengubah hidup kita,’’ pesannya.

Rektor Universitas Muhammadiyah Mataram (Ummat) Dr. H. Arsyad Gani mengaku turut berbangga dijadikan NTB sebagai tuan rumah Tanwir XXVIII IMM. “Mudah-mudahan ini semakin mewarnai aktivitas kemahasiswaan kita di NTB, khususnya di Ummat,’’ ujarnya.

Hal itu bisa dipetik dari pidato  Ketua PP dan Plt. Dirjen Kemendagri hingga orasi ilmiah dari utusan Kemendagri. Penyampaian itu akan menjadi masukan pemikiran kemandirian mahasiswa, karena ada ide ide baru dari para tokoh yang hadir.

‘’Ini saya harapkan bisa mengubah pola pikir mahasiswa, tidak saja sebatas organisasi, tapi juga jadi mahasiswa yang mandiri,’’ tandasnya.

Tanwir ke XXVIII IMM akan berlangsung hingga tanggal 9 Februari mendatang. Hadir pada kesempatan itu  Ketua Umum DPP IMM,  Najih Prastiyo, S.HI  yang menyampaikan ide dan gagasan kepada kader kader IMM dalam menyongsong perubahan yang terhindarkan. (ars/*)