Tanpa Guru ASN, SDN 21 Kempo Memprihatinkan

Kondisi SDN 21 Kempo yang terlihat tidak terawat.(Suara NTB/ist)

Dompu (Suara NTB) – Kondisi SDN 21 Kempo yang berada di Dusun Tompo Desa Tolokalo kecamatan Kempo cukup memprihatinkan. Sekolah di daerah transmigrasi dan masih berstatus kawasan hutan ini hanya diajar oleh 2 orang guru kontrak.

M. Zunari, S.Pd pendiri SDN 21 Kempo kepada wartawan mengungkapkan keprihatinannya terhadap sekolah yang dirintisnya sejak 2003 ini. SD yang memiliki 41 orang siswa ini kondisinya seperti tidak terurus. Semak-semak mulai memenuhi halaman gedung sekolah.

Iklan

Kondisi ini diperparah oleh terbatasnya guru dan tidak adanya kepala sekolah. Apalagi sekolah ini masuk sebagai sekolah terpencil yang awalnya diajar oleh 3 orang guru. Kini seorang guru ASN yang diperbantukan di sekolah ini ditarik kembali ke SDN 11 Manggelewa dan kepala sekolahnya sudah memasuki usia pensiun.

“Kepala sekolahnya H Idrus, tapi sebagai Plt (pelaksana tugas). Dia pensiun 31 Desember ini, tapi sudah jarang ke sekolah,” ungkap Zunari.

Tidak hanya itu, 2 orang guru kontrak yang mengajar juga sudah jarang ke sekolah karena tidak berdomisili di sekitar sekolah. Apalagi di tengah pandemi Covid-19 dan sekolah tatap muka ditiadakan. “Saya prihatin aja mendengar keluhan wali murid saat saya ke sekolah itu kemarin,” cerita Zunari, Selasa, 30 November 2021.

Kepala Dinas Dikpora Kabupaten Dompu, Drs H Rifaid, M.Pd yang dikonfirmasi, Selasa kemarin mengaku baru mendengar kabar kalau SDN 21 Kempo tidak ada guru dan kepala sekolahnya.

“Mungkin belum pensiun, tapi sudah ndak ke sekolah karena mau pensiun. Karena banyak yang salah paham soal pensiun. Padahal ASN itu digaji dulu baru kerja. Ketika pensiun 2 November, dia harus tetap kerja sampai akhir November. Itu sistem kerjanya ASN,” kata Rifaid.

Tapi soal tidak adanya guru ASN di SDN 21 Kempo, Rifaid mengaku, akan menelusurinya dan mengecek datanya. “Nanti saya lihat datanya dulu,” terangnya. (ula)

Advertisement