Tanpa Dukungan Golkar, Ahyar Tetap “Ngebet” Maju Pada Pilgub 2018

Mataram (suarantb.com) – Walikota Mataran yang juga mantan Ketua DPD II Partai Golkar Kota Mataram, H. Ahyar Abduh menegaskan akan tetap maju pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2018 mendatang. Hal tersebut disampaikan Ahyar menanggapi kabar yang menyebutkan sejumlah kader Golkar lainnya juga akan ikut maju dalam pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

Menurutnya, Partai Golkar sebagai alat politik tak bisa dipungkiri memiliki peran besar dalam menentukan arah politik NTB kedepan. Akan tetapi, dalam konteks Pilkada, tak boleh luput jadi pertimbangan adalah posisi figur di mata masyarakat. Hal ini setidaknya bisa diukur dari munculnya sejumlah komunitas pendukung figur tersebut. Ahyar sendiri termasuk salah seorang diantara figur yang punya pengikut dalam bentuk komunitas tersebut. ”Beberapa daerah sudah ada kan? Nggak di organisir itu (mendukung),” ujarnya ketika dikonfirmasi wartawan usai pembukaan Musda IV DPD II Partai Golkar Kota Mataram, Rabu, 24 Agustus 2016.

Ahyar mengatakan masih melihat kemungkinan dirinya akan didukung oleh Partai Golkar pada Pilgub mendatang. Saat ini, dirinya ingin melihat sejauhmana penilaian masyarakat. Yang jelas dirinya akan tetap maju sebagai bakal calon Gubernur meskipun tidak didukung Partai Golkar. Ia juga menegaskan akan tetap menjadi kader Partai berlambang beringin tersebut.

“Jusuf Kalla (mantan Ketua Umum Partai Golkar) kan dulu nggak didukung Partai Golkar. Tapi tetap dia sebagai kader partai,” ucapnya.

Menurut Ahyar, dukungan masyarakat adalah variabel yang paling penting dalam menentukan tampil atau tidaknya dia di Pilgub NTB 2018. Soal partai pengusung dinilai tak terlalu berpengaruh. Ahyar mengklaim banyak dukungan kepada dirinya untuk maju di Pilgub mendatang yang berasal dari Sumbawa dan Bima.

“Padahal tidak diorganisir,” sambungnya.

Dalam Pilgub mendatang, beberapa figur internal seperti Ketua DPD I Partai Golkar NTB yang juga Bupati Lombok Tengah, H. M. Suhaili FT, SH juga akan maju pada pertarungan merebut kursi nomor satu di NTB tersebut. “Kita lihat saja nanti. Sekarang saja sudah muncul dukungan di beberapa daerah. Padahal belum diorganisir,” pungkasnya. (ast)