Tanpa Disuntik, Warga Diduga Bisa Dapatkan Sertifikat Vaksin Covid-19

Masyarakat umum tengah menjalani pelayanan vaksinsasi di Pendopo Bupati Lotim.(Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Tingginya antusiasme masyarakat untuk melakukan vaksinasi penanganan Covid-19 dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Seperti di Kabupaten Lombok Timur (Lotim), diduga adanya masyarakat yang dapat memperoleh sertifikat vaksin meskipun tidak menjalani suntik vaksin Covid-19.

Informasi yang diperoleh Suara NTB, dugaan adanya penerbitan sertifikat vaksin meski tanpa pernah disuntik ini mencuat beberapa hari belakang ini terkait tingginya animo masyarakat untuk melakukan vaksinasi. Sementara keberadan stok dosis vaksin yang disediakan oleh pemerintah tidak dapat memenuhi permintaan masyarakat.

Iklan

Atas kondisi itu, diduga ada oknum yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meraup keuntungan dengan menerbitkan sertifikat vaksinasi terhadap masyarakat tertentu, terutama yang memiliki keluarga dan teman dekat dengan petugas.

Seperti halnya pelayanan vaksinasi yang bertempat di Pendopo Bupati Lotim, ratusan masyarakat setiap hari memadati rumah dinas orang nomor satu di Kabupaten Lotim ini. Tidak lain, kedatangannya untuk mendapatkan pelayanan vaksinasi beserta sertifikat vaksin Covid-19. Sayangnya tak sedikit masyarakat harus pulang dengan kecewa, karena tidak mendapat layanan vaksinasi.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Lotim, Dr. H. Pathurrahman, M.Kes, Rabu, 4 Agustus 2021, membantah adanya penerbitan sertifikat vaksin Covid-19 tanpa terlebih dahulu masyarakat tersebut mendapat pelayanan vaksinasi.

Ditegaskan sertifikat vaksin dapat diperoleh minimal satu hari pasca menjalani vaksinasi dengan terlebih dahulu melakukan beberapa rangkaian pelayanan. Di antaranya berupa registrasi dengan persyaratan adminduk yang terigestrasi dengan pemerintah pusat yang kemudian sertifikasi vaksin dapat dikeluarkan.

 “Sertifikat vaksin Covid-19 ini kan dikeluarkan oleh pemerintah pusat. Jadi ada nomer seri pada kartu vaksin tersebut yang tidak bisa dibuat-buat,” terangnya.

Maka dari itu, kata Pathurrahman, kecil kemungkinan sertifikat vaksin dapat dikeluarkan apabila masyarakat belum menjalani vaksinasi Covid-19, terutama sertifikat vaksin yang terdaftar di Kementerian Kesehatan (Kemenkes) ataupun di Satgas Covid-19 pusat.

  “Apabila ada masyarakat yang memperoleh sertifikat vaksin Covid-19 tanpa pernah menjalani vaksinasi. Tentu sertifikat vaksin itu bodong atau tidak sah. Tapi sejauh ini belum kita temukan di Kabupaten Lotim dan kecil kemungkinan terjadi,”paparnya.

Terpisah, Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Lotim, Drs. H. M. Juaini Taofik, MAP,  mengaku belum mendapatkan informasi perolehan sertifikat vaksin tanpa pernah menjalani vaksinasi. Pihaknya berjanji akan mengatensi persoalan tersebut dengan menggandeng aparat penegak hukum (APH) agar tidak ada pihak yang dirugikan.

 “Kalau ada ditemukan persoalan sepertibitu, nanti akan kita laporkan ke pihak kepolisian untuk dilakukan tindakan. Yang jelas informasi ini akan menjadi atensi kita,” kata Sekda. (yon)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional