Tangkapan Ikan Nelayan NTB Senilai Rp 2,5 Triliun Setahun

Mataram (Suara NTB) – Nelayan di NTB belum menjangkau jarak tangkap di atas 12 mil. Karena itu, baru senilai Rp 2,5 triliun nilai tangkapan yang dihasilkan setahun. Pemerintah provinsi berkeinginan besar mengantar para nelayan menjangkau samudera.

Demikian Kepala Dinas Kelautan Perikanan Provinsi NTB, Ir. L. Hamdi, M.Si. Kepada Suara NTB di ruang kerjanya, Senin, 16 September 2017 kemarin, ia mengatakan, terdapat 64.000 jumlah nelayan di NTB. Memiliki fasilitas kapal tangkap hanya maksimal dengan jarak tangkap 12 mil laut. Diatas itu, butuh kapal tangkap dengan kapasitas 30 groston atau setara dengan kapal kapasitas tangkap hingga 15 ton.

Iklan

Panjang pantai NTB mencapai 2.333 Km, dengan luas aeral laut mencapai 29.159 Km, dengan potensi ikan pelagis (Ikan karang/ ikan yang hidup di permukaan laut sampai kolom perairan laut) yang bisa ditangkap mencapai 55.917,4 ton/tahun. Sementara ikan demersal (ikan yang hidup di dasar laut) potensinya mencapai 73.945,6 ton/tahun. Total potensi ikan yang ada di perairan NTB mencapai 129.863 ton/tahun. Potensi ini berdasarkan hasil perhitungan Litbang Kementerian Kelautan Perikanan tahun 1990.

“Itulah potensi ikan yang bisa ditangkap di perairan NTB. Hasil tangkapan kita baru senilai Rp 2,5 triliun setahun. Potensinya masih bisa lebih besar dari itu kalau mampu dijangkau nelayan,” kata kepala dinas.

Hamdi menjelaskan, diatas 12 mil laut, potensi ikannya sangat jauh lebih besar. Terutama untuk ikan-ikan pelagis besar semacam tuna, cakalang, marlin. Di Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) Samudera Hindia, terdapat 1 juta ton potensi ikan yang dapat ditangkap setahun.

“Diatas 12 mil adalah jalur lalu lalang ikan, di sana tersimpan potensi 1 juta ton yang bisa ditangkap,” jelasnya.

Sementara di WPP laut Flores, potensi ikan yang bisa ditangkap sebesar 900 ton. Nelayan NTB belum mencapai ke sana karena keterbatasan SDM, alat tangkap, dan butuh biaya yang tidak sedikit.

Apa yang dilakukan pemerintah daerah untuk menjangkau potensi sebesar itu? L. Hamdi mengatakan, secara beratahap nelayan didukung sarana dan prasarana tangkap. Untuk kapal yang bisa dibantu untuk ukuran 5 groston, 10 groston, 25 groston. Bantuan untuk kapal 30 groston ke atas, perlu dukungan kuat dari Kementerian Kelautan Perikanan.

“Tapi kelompok nelayan yang bisa diberikan harus sudah berbadan hokum. Minimal koperasi. Sementara di NTB baru 7 koperasi nelayan yang terbentuk,” demikian L. Hamdi. (bul)