Tangkap Terduga Bandar Narkoba, Polisi Diserang Orang Tak Dikenal

Kasat Resnarkoba Polres Loteng Iptu Hizkia Siagian (tengah) menunjukkan barang bukti narkoba yang diamankan dari terduga bandar narkoba. Dalam penangkapan tersebut dua personel kepolisian mengalami luka-luka setelah dihujani batu oleh orang tak dikenal. (Suara NTB/kir)

Praya (Suara NTB) – Dua anggota Satuan Reserse dan Narkoba (Resnarkoba) Polres Lombok Tengah (Loteng), Bripka F dan Bripka A, mengalami luka-luka setelah diserang orang tak dikenal, Sabtu, 9 Oktober 2021. Mereka diserang saat hendak membawa terduga bandar narkoba asal Desa Beleke Kecamatan Praya Timur, kedua aggota Polres Loteng tersebut terluka akibat terkena lemparan batu. Bahkan, Bripka F sampai harus mendapat 15 jahitan di pelipis mata kirinya, akibat serangan orang tak dikenal tersebut.

Kasat Resnarkoba Polres Loteng, Iptu Hizkian Siagian, Senin, 11 Oktober 2021, mengungkapkan berkekuatan sekitar 15 personel, termasuk polwan, Tim Satresnarkoba Polres Loteng melakukan penangkapan terhadap Ta (61) terduga bandar narkoba yang sudah lama diincar. Awalnya sekitar proses penangkapan terhadap terduga bandar narkoba yang berlangsung sekitar pukul 19.40 wita tersebut, berlangsung lancar.

Iklan

Tanpa perlawanan berarti polisi berhasil membekuk Ta di dalam rumahnya. Setelah sempat menggeledah rumah terduga bandar narkoba, polisi hendak membawa tersangka ke Mapolres Loteng. Begitu keluar dari rumah tersangka, puluhan warga sekitar tampak ikut menyaksikan polisi membawa tersangka.

Namun jarak beberapa meter saat hendak sampai ke mobil yang mengangkut tersangka, entah dari mana hujan batu terjadi. Serangan tersebut membuat aparat kepolisian sempat panik. Beberapa personel, terutama polwan berusaha mengindar dari serangan. Situasi yang gelap menyulitkan aparat kepolisian untuk mengetahui asal serangan.

Tidak mau terus terdesak, aparat kepolisian kemudian memberikan tembakan peringatan untuk merespons serangan tersebut. Menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, polisi langsung membawa tersangka ke Mapolres Loteng, untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Kita sempat hendak mengejar pelaku penyerangan, namun karena kondisi yang tidak memungkinkan sehingga kita memilih untuk kembali. Guna mengamankan tersangka juga,” imbuhnya. Pihaknya sejauh ini belum mengetahui motif penyerangan. Apakah ada kaitannya dengan penangkapan tersangka atau motif lainnya.

Terhadap personel yang jadi korban, malam itu juga langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapat penanganan medis. “Satu personel yang terluka masih istirahat. Sedangkan lagi sudah bisa masuk kantor,” tegas Hizkia.

Tersangka Ta termasuk salah satu bandar besar narkoba yang sudah lama diincar aparat Polres Loteng. Dari keterangan tersangka diketahui kalau sudah menggunakan narkoba sejak usia tiga puluh tahun, namun baru tahun kemarin mulai menjadi bandar narkoba.

Dari tangan tersangka, polisi berhasil menyita narkoba jenis sabu-sabu seberat 6,34 gram. Tidak hanya itu, ada juga handphone serta uang sebesar Rp 17 juta lebih yang diduga hasil penjualan narkoba. “Uang dan narkoba kita amankan dari tangan tersangka saat kita melakukan penggeledahan,” jelasnya.

Kasus tersebut kini masih terus dikembangkan untuk mengungkap jaringan peredaran narkoba. Termasuk kemungkinan adanya bandar narkoba lain yang masuk dalam jaringan tersangka. “Untuk asal narkoba, tersangka mengaku memperoleh pasokan dari Lombok Timur (Lotim),” pungkasnya. (kir)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional