Tangkap Peluang MotoGP, Dispora Lobar Perbanyak “Event Sport Tourism”

Sepeda sehat yang diadakan Dispora Lobar, Agustus lalu. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Pemda Lombok Barat (Lobar) melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) menggelar banyak event sport toursm untuk mendukung percepatan pemulihan dan kebangkitan pariwisata di masa pandemi. Dalam menggelar event-event sport tourism, Dispora Lobar berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata. Karena antara alahraga dan pariwisata tidak bisa dipisahkan. Sehingga even olahraga salah satu yang mampu mendatangkan orang banyak untuk mempercepat pemulihan pariwisata ke depan.
Kepala Dispora Lobar, Ma’ad Adnan mengatakan sport tourism masuk program Kemenpora.

 

Iklan

tiga program Kemenpora terkait olahraga, yakni sport tourism, sport science, dan sport industry. Sport tourism menyangkut event-event olahraga wisata. Event semacam ini sudah sering dilakukan sejak beberapa tahun terakhir, di mana pihaknya membawa event ini ke tempat wisata. Seperti Gowes Nusantara Color Run di Senggigi. Dan itu pun menjadi agenda daerah.

“Karena antara olahraga dengan pariwisata tidak bisa dipisahkan, kenapa? Karena yang bisa mengumpulkan orang banyak adalah olahraga. Tidak hanya parwisata”tegas dia.
OPD yang menggelar kegiatan seperti sepeda sehat, forest trekking adalah olahraga. Karena Lobar memiliki potensi wisata yang sangat besar, maka pihaknya betul-betul mendukung pengembangan kepariwisataan. Untuk mendukung parwiata ini, pada 2021 pihaknya berencana menggelar Senggigi Marathon, Color Run, dan Gowes Nusantara. Ia berharap agar Bike Park Internasional Meninting selesai dibangun tahun depan. Sehingga gowes bisa diadakan di sana.

Untuk memaksimalkan olahraga mendukung pengembangan wisata, pihaknya sudah meminta Camat dan Kades mencarikan rute yang bagus untuk mengeksplore keindahan alam kawasan wisata seperti Senggigi, terutama perbukitan. Di samping itu, untuk menangkap peluang MotoGP, pihaknya berencana akan menggelar event kejuaraan pusat agar bisa digelar di Senggigi. “Misalnya event motoGP digelar bulan Oktober, paling tidak pertengahan September kita sudah mulai menyelenggarakan event itu, bisa satu atau dua minggu dengan harapan para tamu yang nonton MotoGP bisa menginap di Sengiggi,”jelas dia. Dimana nantinya kalau kejuaraan nasional pesertanya dari seluruh Indonesia.

Tahun ini, event olahraga pertama diadakan adalah sepeda sehat bulan Agustus lalu. Dalam waktu dekat ini, pihaknya juga sudah mengusulkan ke pusat untuk menyelenggarakan Gowes Nusantara. Pihaknya sudah memenuhi persyaratan yang diminta Kemenpora. Ia menambahkan, program Kemenpora yang lain yakni sport science, betul-betul mendasar perkembangan atlet bersasarkan potensinya.

Misalnya, anak yang usia 10-15 tahun sudah dianalisa arah bakatnya kemana. Artinya bisa mendeteksi sedini mungkin potensi para altet. Kemudian sport industry tak lepas dari peralatan, barang dan jasa. Diharapkan kedepan industri-industri manufaktur bisa memproduksi alat olahraga yang dibutuhkan sehingga ekonomi bisa berkembang. (her)