Tanggul Sungai di Lembar Jebol, Rumah Warga dan Sekolah Terendam

Seorang petugas sedang mengamankan perangkat belajar mengajar yang terendam, akibat banjir di SDN 1 Labuhan Tereng, Lobar, kemarin. (Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Beberapa dusun di daerah Kecamatan Lembar dan Sekotong, Lombok Barat (Lobar), kembali diterjang banjir Jumat, 19 Februari 2021. Banjir menerjang Dusun Songkang, Desa Labuan Tereng, Kecamatan Lembar. Banjir dipicu tanggul sungai jebol akibat derasnya aliran sungai.

Tanggul sungai ini dibangun tahun 2018 lalu. Akibat banjir ini puluhan rumah warga terendam. Sejumlah fasilitas umum seperti sekolah, ikut terendam. Akes jalan di lokasi menuju Pelabuhan Lembar dan Sekotong pun tak bisa dilalui pengendara. Ratusan pengendara dan kendaraan barang pun terjebak banjir akibat tidak berani menerobos derasnya air.

Iklan

Menurut informasi dari Samiin, pengendara yang terjebak di lokasi menerangkan sekitar pukul 18.00 Wita, sejumlah kendaraan terjebak banjir di daerah Labuan Tereng tepatnya di dekat daerah tanjakan Gerepek. ‘’Hampir 300 meter jalan itu digenangi air. Airnya deras sehingga tidak pengendara tidak berani lewat,’’ katanya.

Di lokasi sudah ada aparat keamanan melakukan penanganan untuk mencegah hal-hal tak dinginkan. Pengendara tidak diizinkan melintas mengingat kondisi arus air begitu deras. Akibatnya, antrean kendaraan pun rak terelakkan. Antrean mengular hingga satu kilometer. ‘’Sepeda motor tidak boleh lewat, karena membahayakan,’’ ujar Ketua KNPI Kecamatan Sekotong ini.

Camat Lembar, Hasanudin mengatakan, banjir menerjang Dusun Songkang, Desa Labuan Tereng. ‘’Banjir disebabkan tanggul sungai jebol pada sore hari saat hujan lebat,’’ jelasnya. Ia yang berada di lokasi melakukan penanganan bersama pihak desa, menyebut rumah-rumah warga terendam. Selain itu, akses jalan di lokasi itu juga ikut terendam. Akibatnya akses jalan itu untuk sementara waktu tidak bisa dilalui.

Sementara itu beberapa Dusun di Desa Sekotong Tengah, seperti Dusun Aik Tangi, dilaporkan juga diterjang banjir. Air sudah masuk ke pemukiman warga. Pihak desa dan warga pun dalam keadaan waspada terhadap kemungkinan banjir yang lebih besar.

Berdasarkan informasi yang diperoleh media, belum ada laporan valid terkait jumlah rumah dan fasilitas umum yang terdampak banjir. Pihak BPBD Lobar melalui Kasi Logistik, Tohri mengatakan pihaknya sudah turun ke lokasi banjir. Katanya yang terparah di daerah Labuan Tereng. ‘’Kami sudah ke lokasi yang lumayan parah di Labuan Tereng. Kami sekarang lagi ke provinsi untuk mengambil bantuan logistik bagi warga terdampak,’’ katanya. (her)

Advertisementfiling laporan pajak filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional