Tanggul Jembatan di Cakra Utara Jebol

Seorang pengendara melintas di atas jembatan di Kelurahan Cakra Utara yang tanggulnya jebol akibat hujan deras. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Intensitas hujan yang lebat dan tingginya volume air Sungai Jangkok, menyebabkan tanggul jembatan Lingkungan Karang Mas – mas Kelurahan Cakra Utara, jebol. Hal itu dikhawatirkan menelan korban. Aparat setempat memasang garis polisi agar warga berhati – hati.

Lurah Cakra Utara, I Nengah Sweca mengatakan, jebolnya tanggul jembatan tersebut pernah dikoordinasikan dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Mataram. Tetapi, pihaknya diarahkan ke Pemprov NTB, karena kewenangan itu jadi tanggungjawab PUPR NTB.

Iklan

Kelurahan mengirim surat ke provinsi tapi tidak ada respon sama sekali. “Ini surat yang kedua akan kami kirim. Surat pertama belum direspon,” kata Sweca, Selasa, 13 November 2018.

Kondisi kerusakan tanggul sangat membahayakan.  Jika debit air tinggi di Sungai Jangkok akan memperparah kondisi tanggul. Sweca mengkhawatirkan akan membahayakan masyarakat terutama pengendara. Petugas telah memasang garis pembatas sebagai penanda. Nantinya akan dipasang plang agar masyarakat lebih berhati – hati.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Ir. H. Mahmuddin Tura telah berkoordinasi dengan PUPR NTB, untuk segera menangani.  Jembatan yang menghubungnkan Kelurahan Cakra Utara dan Kelurahan Sayang – sayang itu merupakan jalan nasional. Kewenangan perbaikan menjadi tugas Pemprov NTB. “Kami sudah koordinasikan agar segera ditangani,” jawabnya.

Kepala Bidang Darurat dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah menambahkan, ambruknya tanggul itu telah dikoordinasikan dengan kelurahan. Kelurahan diminta segera berkoordinasi dengan Balai Jalan Nasional (BJN), Balai Wilayah Sungai (BWS) maupun Dinas PUPR NTB, agar segera ditangani.

Kemungkinan, jika tak segera ditangani kerusakan akan melebar, sehingga membahayakan masyarakat. “Sudah saya koordinasikan dengan lurahnya,” kata Drs I Made Gde Yasa.

BPBD tak memiliki kewenangan menangani pekerjaan fisik seperti itu. Tugasnya hanya mengkoordinasikan ke SKPD teknis. Kecuali, kondisi sangat darurat BPBD bisa saja mengerjakan. “Kalau kita (BPBD) ndak boleh kerjakan proyel fisik,” ucapnya. (cem)