Tanggapi Atensi KPK, STIE AMM Menjadi Pionir Akselerasi Kolaborasi 3 PTS

H. Umar Said (Suara NTB/dok)

Oleh: Dr. H. Umar Said, SH., MM.

 (Ketua STIE AMM Mataram)

Iklan

 

Sesuai dengan Surat Direktur Kelembagaan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi, tanggal 31 Agustus 2021 dengan nomor 3936/E3/OT 0000/2021, telah membuka kesempatan kepada Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi (PT) untuk penyatuan atau penggabungan PT yang dibinanya, dan penggabungan ini akan mendapat bantuan dalam rangka akselerasi program penggabungan.

Hal ini telah lama menjadi perhatian Prof. Dasi Astawa selaku Kepala LLDikti VIII yang memerintahkan agar ketiga PTS, yaitu STIE AMM, STIE 45, dan STEKNAS untuk segera melebur menjadi satu institusi PT. Akan tetapi nampaknya masing-masing PT masih berkutat pada urusan di tingkat para pendirinya.

Dengan adanya batasan waktu yang diberikan oleh Direktur Kelembagaan berdasarkan surat penerimaan tahap kedua tentang akselerasi program penggabungan dan penyatuan PTS tahun 2021, maka STIE AMM telah membentuk panitia yang dimaksudkan untuk mengkoordinasikan masing-masing Badan Penyelenggara PTS untuk segera melaporkan usulannya secara daring.

Adapun rencana kegiatan induk PT, tetap berpusat di kampus STIE AMM, Jl. Pendidikan No.1. Sedangkan aktivitas kegiatan pembelajaran bisa saja di gedung asal masing-masing PT. Alasan direncanakannya kampus STIE AMM sebagai pusat kegiatan induk PT dikarenakan letak gedungnya yang dipandang paling strategis, sehingga memudahkan komunikasi ke sesama PTS lainnya. Mengingat lama waktu yang telah terbuang dalam rangka penggabungan ini, menyebabkan segala usulan yang harus disampaikan kepada LLDikti VIII pun akhirnya menjadi tertunda.

Mengingat hal penggabungan ini selalu dipertanyakan dan menjadi perhatian Kepala LLDikti VIII, maka kami beritikad untuk bergerak menyelesaikan semua persyaratan. Dengan adanya kolaborasi atau penggabungan antar Perguruan Tinggi, maka hal ini tentu memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mengikuti berbagai kegiatan pemberdayaan di bidang akademik, serta aktivitas lainnya yang berdampak kepada kehidupan masyarakat dengan tidak membandingkan kualitas PT yang satu dan yang lainnya.

Dengan terpusatnya kegiatan akademis baik dosen maupun tenaga kependidikan, maka diharapkan tugas pokok PT dalam melaksanakan program Tridharma akan berjalan dengan pengawasan terencana. Termasuk di dalamnya penguatan para dosen dalam menyusun dan menyampaikan materi mata kuliah dari program studi yang sama.

Hal selanjutnya yang sekali lagi perlu mendapat penegasan, walaupun pemberitaan yang tidak menguntungkan STIE AMM terus dipublikasikan secara bertubi-tubi seperti dilansir dalam Suara NTB, 3 September 2021, dengan tajuk: “Persoalan Aset AMM Jadi Atensi KPK”.

Indonesia adalah negara hukum, atas hal tersebut alangkah baiknya agar masyarakat dan instansi terkait dapat memaklumi bahwa segala aksi dan tindakan yang mengarah pada STIE AMM sebagai lembaga perguruan tinggi, haruslah berdasarkan kaidah hukum. Untuk itu, STIE AMM telah lebih dahulu melapor kepada KPK dengan surat No.15/P2LPTD-NTB/XI/2020, sehingga mempertegas bahwa upaya penyelesaian masalah dilakukan berdasarkan hukum.

Demikian pula mengenai pelaksanaan eksekusi lahan oleh Pemda Lobar yang tidak berdasar, maka STIE AMM menempuh jalur hukum yang bersifat ilmiah. Kami berharap hendaknya masyarakat dapat menerima berbagai pemberitaan didasarkan pada akal yang sehat.

Untuk menjaga kredibilitas nama baik STIE AMM yang telah banyak meluluskan para sarjana dan berprofesi baik di sektor formal maupun informal, maka kewajiban kami untuk menyampaikan secara kronologis keberhasilan kampus STIE AMM kepada masyarakat maupun KPK sebagai lembaga penegak hukum. Bagaimanapun sampai saat ini STIE AMM belum menerima bantuan dana dari Pemerintah yg harus diperiksa atau dipertanggung jawabkan kepada KPK.

Adapun hal yang menjadi masalah adalah dua Surat Keputusan Bupati Lombok Barat masing-masing SK Tahun 1986 dan SK Tahun 2020,  di mana STIE AMM berpegang Kepada SK Tahun 1986 yg memberikan STIE AMM hak membangun melalui Yayasan Tri Dharma Kosgoro Tk. 1 NTB, sehingga tidak ada masalah yang perlu pada STIE AMM sendiri.

Mari kita tengok hari depan yang gemilang. Bagaimanapun, Pemerintah telah berupaya keras dalam memulihkan dampak kondisi pandemi Covid 19 ini. Bangsa Indonesia tidak boleh kehilangan generasi yang cerdas. Untuk itulah peran kampus STIE AMM memberikan kontribusi pendidikan dari daerah untuk pembangunan nasional.

Salah satu upaya yang kini tengah dilakukan adalah dengan menyamakan langkah bersama PTS lainnya menjadi satu irama belajar dan berinovasi. Belajar, belajar, belajar! (r)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional