Tanggapan Hakim Soal Dalih Gatot Brajamusti Gunakan Sabu untuk Obat Asma

Mataram (Suara NTB) – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Mataram menolak pembelaan Gatot Brajamusti. Penggunaan sabu dengan dalih obat penyakit asma tidak bisa dibenarkan.

Menurut Ketua Majelis Hakim, Dr. Yapi yang memimpin sidang vonis Gatot Brajamusti, Kamis, 20 April 2017, alasan itu hanya usaha terdakwa mengelak dari tuntutan kepemilikan sabu.

Iklan

“Masih ada rumah sakit atau sarana kesehatan lainnya untuk mengobati asma terdakwa. Untuk itu majelis hakim mengesampingkan pembelaan terdakwa,” sebutnya.

Aktivitas Gatot Brajamusti yang menggunakan sabu sebagai obat itu, lanjut Yapi, malah ikut menjerumuskan orang lain, yakni istrinya Dewi Aminah yang pada hari itu dihukum 1 tahun 6 bulan karena terbukti menyalahgunakan narkotika.

“Hal-hal yang meringankan terdakwa Dewi Aminah adalah bahwa dia menyalahgunakan sabu atas pengaruh suaminya, Gatot Brajamusti,” sebutnya.

Gatot Brajamusti terbukti bersalah dalam kasus kepemilikan sabu 13,36 gram yang ditemukan di brankas rumahnya di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Sepekan sebelum itu, 0,68 gram sabu ditemukan di kantong celananya saat digeledah di kamar Hotel Golden Tulip, Mataram sesaat setelah ia terpilih kembali sebagai Ketua Parfi, 28 Agustus 2016. (why)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here