Tanggapan Fahri Hamzah Soal Penghargaan Bintang Mahaputra

Wakil Ketua DPR periode 2014-2019 Fahri Hamzah menjawab pertanyaan wartawan usai mengikuti Upacara Penganugerahan Tanda Kehormatan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 13 Agustus 2020. Negara menganugerahkan Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera Nararya kepada Fahri Hamzah yang disematkan oleh Presiden Joko Widodo. (ant/bali post)

Mataram (Suara NTB) – Penghargaan bintang jasa Mahaputra Nararya diberikan kepada putra terbaik NTB yakni Fahri Hamzah. Politisi yang dikenal kritis terhadap pemerintah ini, dinilai layak mendapatkan penghargaan atas jasa dan pengabdiannya kepada bangsa dan negara.

Penghargaan bintang Mahaputra Nararya yang diterima Fahri tersebut menuai pro-kontra dari masyarakat. Pasalnya selama ini Fahri dikenal sebagai tokoh politik yang kerap memberikan kritikan tajam kepada pemerintah Persiden Joko Widodo.

Iklan

“Sesungguhnya sudah diberitahukan oleh DPR dari beberapa bulan lalu, tentu ini merupakan sebuah proses kelembagaan. Penghargaan yang diberikan oleh Presiden sebagai kepala negara dalam momen proklamasi adalah peristiwa kenegaraan yang dilakukan oleh pemerintah untuk memberikan penghargaan kepada mereka yang dianggap memiliki jasa tertentu,” ujar Fahri dalam keterangannya yang disampaikan melalui akun media sosial resminya.

Sosok politisi kelahiran Utan, Sumbawa Besar itu, dinilai memiliki jasa besar terhadap bangsa dan negara selama dia berkiprah sebagai wakil rakyat mewakili masyarakat NTB di DPR RI dan MPR RI dari sejak tahun 1999, dan sampai terakhir sebagai wakil Ketua DPR RI periode 2014-2019.

Selain itu, sebagai aktivis mahasiswa di masa Orde Baru, dia juga memiliki andil yang cukup besar melahirkan era reformasi.

Menurut Fahri, adapun sikap kritis yang kerap ditonjolkan selama ini kepada pemerintah Persiden Joko Widodo, juga merupakan bagian dari bentuk kontribusinya kepada bangsa dan negara sebagai seorang wakil rakyat yang bertugas mengawasi jalannya roda pemerintahan.

Adapun terkait perbedaan pandangan dan sikap politik dengan pemerintah selama ini, hal itu merupakan hal yang lumrah dalam sebuah negara demokrasi.

“Presiden dalam sistem kita adalah sebagai kepala pemerintahan dan kepala negara dan ini lebih menonjol. Sebagai negara demokrasi kita harus menjaga persatuan dan kesatuan apalagi kondisi kita sekarang menjadi momen sama-sama menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” katanya.

Sementara itu, terkait dengan pro-kontra pemberian penghargaan bintang jasa Mahaputra Nararya kepada Fahri Hamzah tersebut, Presiden Jokowi sendiri menyampaikan penjelasan melalui keterangan persnya yang dikutip dari laman Sekretariat Kabinet. Bahwa pemberian penghargaan tersebut sudah melalui proses, mekanisme dan pertimbangan yang matang.

“Adapun pertanyaan mengenai pak Fahri Hamzah, ya berlawanan dalam politik, berbeda dalam politik, bukan berarti kita bermusuhan dalam berbangsa dan bernegara. Inilah namanya negara demokrasi, saya berteman baik dengan Fahri inilah Indonesia,” jelas Presiden. (ndi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here