Tangani TPS Liar, Dinas Kebersihan Berkoordinasi dengan Lurah

Mataram (suarantb.com) – Sampah merupakan permasalahan klasik Kota Mataram yang hingga saat ini masih belum tertangani maksimal. Populasi penduduk yang kian padat menjadi alasan utama semakin banyaknya produksi sampah kota. Sekalipun petugas kebersihan rutin melakukan pengangkutan sampah setiap hari, namun tak urung produksi sampah yang berlebihan ini memunculkan tempat-tempat pembuangan sementara (TPS) liar di beberapa titik.

TPS liar tersebut tentu saja dianggap mengganggu oleh masyarakat, namun kenyataannya masyarakat tidak menghentikan pembuangan di TPS tersebut. Sementara, dari petugas kebersihan Kota Mataram tidak selalu mengetahui secara pasti titik-titik TPS liar tersebut.

Iklan

Kepala Bidang Pelayanan Dinas Kebersihan Kota Mataram, H. Muzahar mengungkapkan, pihaknya selalu mengadakan pengangkutan secepatnya apabila mendapati adanya TPS liar yang ada di Kota Mataram. Seperti TPS liar yang berada di sekitar Pasar Selak, Muzahar mengatakan telah melakukan pengangkutan segera setelah menerima informasi.

“Kita lakukan pengangkutan dengan menggunakan alat berat, banyaknya (sampah) hampir 15 dump truck itu,” ungkapnya kepada suarantb.com, Kamis, 6 Oktober 2016.

TPS liar terbentuk akibat adanya lahan kosong tidak terurus. Akibatnya, warga setempat menjadikan tempat tersebut sebagai tempat pembuangan sampah terdekat. Sebab, menurut Muzahar, warga merasa kesulitan akibat jauhnya TPS yang disediakan oleh pemerintah.

Sementara ini, untuk menghindari menjamurnya TPS liar, Dinas Kebersihan Kota Mataram akan berkoordinasi dengan para lurah untuk mengendalikan lahan-lahan kosong tersebut. Karena sebagai kepala wilayah, pihak lurah dinilai lebih mengenal lingkungannya sendiri.

“Kalau lahan kosong tersebut ada pemiliknya, kita minta pemiliknya untuk memagari. Supaya tidak ada lagi pembuangan sampah di sana,” ujarnya. (rdi)