Tangani Sampah, Sumbawa Bentuk Tim Gerak Cepat

Gubernur NTB,  H.  Zulkieflimansyah bersama Walikota Mataram,  H.  Ahyar Abduh saat kegiatan bersih-bersih daerah sungai Jangkuk pada peringatsn HUT NTB ke - 60, 17 Desember 2018. Pemprov mencanangkan NTB bebas sampah tahun 2023.(Suara NTB/nas)

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Beberapa upaya dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Sumbawa dalam menangani persoalan sampah di tahun 2019 ini. Salah satunya dengan membentuk tim gerak cepat untuk menangani menumpuknya sampah, terutama di musim penghujan ini.

Sekretaris Dinas LH Kabupaten Sumbawa, Abdul Malik, S.Sos kepada wartawan, Rabu,  2 Januari 2019 menyampaikan, di musim penghujan ini pihaknya meyakini bahwa banyak sampah yang menumpuk. Hal ini dapat menyumbat saluran dan lainnya. Untuk itu, pihaknya membentuk tim khusus dalam menangani hal tersebut. “Kami sekarang sedang merumuskan untuk call center pengolahan sampah. Tentu konsekuensinya kami menyiapkan tim gerak cepat. Ketika ada calling, segera kami turunkan tim,” ujarnya.

Iklan

Dijelaskannya, tim gerak cepat tersebut sudah dibentuk dan sudah mulai aktif di bulan Januari ini. Makanya diharapkan kepada masyarakat supaya segera menghubungi pihaknya ketika ada sampah yang menumpuk di suatu tempat. Dalam hal ini masyarakat bisa menghubungi melalui nomor 037123629. Adapun call center ini tidak hanya berlaku di musim hujan saja, tetapi akan terus berlanjut.

“Intinya sekarang tim gerak cepat penangnan sampah mulai berjalan bulan Januari ini. Bukan saja untuk musim hujan tetapi selamanya,” jelasnya.

Selain membentuk tim gerak cepat ini, diakuinya pihaknya juga sudah melakukan pengkajian terkait sarana prasarana yang ada. Hasil kajian pihaknya harus merubah sistem pengolahan dan pengangkutan sampah di tahun 2019 ini. Pihaknya akan lebih memaksimalkan peran masing-masing pihak, baik Dinas LH, masyarakat maupun swasta.

“Kalau tahun 2018 lalu keterlibatan masyarakat belum maksimal, maka tahun 2019 kami harus maksimalkan peran masing-masing, LH, masyarakat maupun swasta,” terang Malik.

Selama ini, diakuinya truk pengangkut setiap pagi keliling dalam kota untuk mengangkut sampah yang dikumpulkan oleh masyarakat di jalan maupun tempat pembuangan sampah mini. Tahun ini, pihaknya akan memfokuskan agar masyarakat mengumpulkan dan memilah sampah. Apalagi, sekarang ini dalam anggaran kecamatan sudah ada disiapkan untuk pengadaan dua unit roda tiga di masing-masing desa. Dan kelurahan juga sudah menganggarkan bak sampah tiga warna untuk masing-masing RT.

Salah satu contohnya adalah di Kelurahan Brang Biji. Nantinya, masyarakat akan membuang sampah ke bak sampah tersebut. Kemudian diangkut oleh kendaraan roda tiga ke kontainer yang selanjutnya diangkut pihaknya ke TPA.

“Kami memfokuskan agar masyarakat itu mengumpulkan dan memilah sampah ke bak sampah. Begitu dikumpul dan terpilah akan diangkut oleh roda tiga ke kontainer. Dari kontainer kita angkut ke TPA,” tandasnya.

Terhadap keberadaan TPA, diakuinya setiap satu minggu sekali sampah tetap ditutup ke satu tempat. Kedepannya pihaknya akan mengusulkan anggaran supaya TPA dipagari. Sehingga pihaknya juga bisa menghijaukan TPA tanpa adanya gangguan dari ternak. (ind)