Tangani Penyandang Sosial Lewat Pendekatan Kearifan Lokal

Pelayanan dilakukan pihak Pemda Lobar dan pihak terkait dalam Gawe Gubuk di Desa Midang Kecamatan Gunungsari belum lama ini. (Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Pemda Lombok Barat (Lobar) memaksimalkan penanganan permasalahan sosial melalui pelayanan kepada masyarakat umum maupun yang menyandang permalasahan sosial. Pelayanan yang dilakukan pun menekankan pendekatan kearifan lokal Gawe Gubuk. Dalam Gawe Gubuk ini masyarakat dilayani semua jenis pelayanan, seperti sosial, kesehatan, pendidikan, dan kependudukan.

Seperti yang diadakan di Desa Midang Kecamatan Gunungsari belum lama ini. Layanan Pusat Kesejahtraan Sosial Anak Integratif (PKSAI) Lobar ini mampu melayani ratusan warga. Gawe Gubuk layanan sosial ini, dilaksanakan karena ada 113 anak yang kerentanan tinggi, sehingga, pihak pemerintah desa  setempat berkomitmen dengan dinas terkait dan kerjasama dengan LPA NTB untuk menyelesaikan hak-hak dasar anak.

Bupati Lobar, H. Fuzan Khalid, mengatakan Gawe Gubuk ini patut diatensi oleh tokoh masyarakat, tokoh agama karena merupakan tugas bersama. Karena di Lobar masih tinggi angka pernikahan di usia dini, kekerasan terhadap anak, termasuk banyak anak belum memiliki dokumen kependudukan. Karena itu penting sebagai syarat untuk medapatkan bantuan dari pemerintah daerah.

“Selain itu, Fauzan juga menyebut program PKSAI sangat luar biasa kebijakannya dan tindakannya yang bersifat preventif. Ini merupakan tindakan yang preventif terima kasih rekan-rekan LPA NTB dan UNICEF yang telah membantu kami sejak awal,”ujar Fauzan.

Kepala Dinas Sosial, L Marta Jaya menambahkan, pihaknya terus melakukan pendampingan terhadap masyakarat penyandang sosial, termasuk melalui PKSAI. “Kita lakukan penanganan terhadap penyandang sosial ini, melalui pelayanan dasar kesehatan soal BPJS, JKN (bagi mereka yang kurang mampu). Kita juga home visit (penjangkauan) dan perlindungan,” jelas dia. (her)