Tangani Corona, Lobar Anggarkan Rp60 Miliar

Ilustrasi Gaji (Pixabay)

Giri Menang (Suara NTB) – Pemda Lombok Barat (Lobar) menganggarkan Rp60-70 miliar untuk penanganan wabah Corona yang kian merebak. Anggaran penanganan Corona ini dari hasil penggeseran atau pengalihan dana yang sudah ada bersumber dari DAK, DID, bagi hasil dan DBHCHT setelah melalui evaluasi yang dilakukan Pemda. Hal serupa juga dilakukan Pemkab Lombok Timur (Lotim) dengan mengalokasikan sebesar Rp55 miliar.

Pengalihan anggaran ini, menurut Sekda Lobar Dr. H. Baehaqi dengan tetap memperhatikan dan mengacu aturan dari pusat serta provinsi, seperti Surat Edaran Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementerian Keuangan. Anggaran ini akan diprioritaskan untuk pengadaan Alat Pelindung Diri (APD). Selain itu dialokasikan untuk insentif tenaga kesehatan, membantu UMKM, menyiapkan sembako di saat kondisi darurat dan menambah anggaran kecamatan.

Iklan

“Hasil evaluasi, sesuai arahan Pak Bupati kita alokasikan Rp60-70 miliar. Itu untuk prioritas APD dan insentif bagi tenaga kesehatan, bantuan sembako, membantu UMKM dan menambah anggaran untuk kecamatan,” jelasnya, pada Suara NTB kemarin.

Pembahasan penggeseran anggaran ini dipimpin langsung bupati dihadiri oleh Ketua Satgas Penanganan Corona,  wakil ketua I,II dan III (para asisten), Kepala Dinas Kesehatan, BPKAD, Kepala BPBD, Direktur RSUD Tripat dan Awet Muda Narmada. Sesuai dengan arahan bupati, prioritas pengunaan dana ini untuk pengadaan APD di rumah sakit. Membantu UMKM, menyiapkan sembako dan insentif kesehatan. Selain itu menambah anggaran di kecamatan.

Sementara Bupati Lobar H. Fauzan Khalid mengaku, jika pihaknya terkendala masalah APD. Persoalannya kata dia bukan pada anggaran, namun lebih kepada bahan APD yang sulit diperoleh. “Tapi sudah ada bantuan APD dari provinsi 20 untuk Rumah Sakit Tripat dan Awet Muda Narmada,” imbuhnya.

Ia menambahkan selain APD, pihaknya juga sudah meminta alat bilik disinfektan sprayer kepada gubernur. Alat itupun sudah dipasang tiga unit di pelabuhan. Selain di pelabuhan, pihaknya meminta agar dipasang di beberapa tempat publik.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Hj. Nurul Adha menanggapi terkait penggeseran anggaran penanganan Corona sebesar Rp 60-70 miliar. Ia mengaku mendukung langkah Pemda tersebut. Menurutnya perlu dihitung kebutuhan dengan cermat untuk penganan dan pencegahan. Dan yang paling penting adalah anggaran tersebut juga dialokasikan untuk antisipasi dampak Corona terhadap ekonomi rakyat.

Di Kabupaten Lombok Timur (Lotim), Pemkab meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran virus Corona (Covid-19). Upaya yang dilakukan saat ini berupa pembentukan tim inti untuk melakukan pengawasan ketat di tiga pintu masuk bagi pendatang ke wilayah Lotim, di antaranya Pelabuhan Kayangan, Pelabuhan Lembar dan Lombok International Airport (LIA).

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Lotim, H. M. Sukiman Azmy., mengungkapkan, pembatasan pendatang ke wilayah Kabupaten Lotim merupakan salah satu upaya efektif dalam mencegah penyebaran Covid-19 ke wilayah Kabupaten Lotim, terutama di tiga pintu masuk yang merupakan akses utama. “Upaya ini kita lakukan untuk mengurangi pendatang yang masuk ke Lotim. Kita menetralisir agar terkendali,”kata Bupati Lotim ini.

Adapun tim inti yang dibentuk oleh bupati berasal dari Satgas Covid-19, Polres Lotim, Kodim 1615 Lotim, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan dan sejumlah pihak terkait lainnya. Tim ini nantinya stand by di tiga pintu masuk utama, Pelabuhan Kayangan, Pelabuhan Lembar dan bandar. Semua pendatang yang tujuannya masuk Lotim akan dilakukan pemeriksaan ketat, apabila secara medis terdapat gejala Covid-19, maka dilakukan penanganan lebih lanjut berupa karantina maupun penanganan medis.

Kapolres Lotim, AKBP. Tunggul Sinatrio, SIK, akan menerjunkan personel untuk melakukan pengamanan di tiga pintu masuk tersebut. Masyarakat yang pulang dengan tujuan Lotim terlebih dahulu akan menjalani pemeriksaan medis secara ketat oleh petugas gabungan.

Dandim 1615 Lotim, Letkol. Inf. Agus Prihanto Donny, menegaskan jika apa yang menjadi program gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Lotim akan dilaksanakan secara maksimal hingga ke tingkat bawah. Termasuk aturan berkumpul hingga aturan hukum serta pengawasan di tiga pintu masuk utama dengan tujuan Lotim. “Kami dari Kodim siap melakukan tindakan tegas meskipun di lapangan berbenturan dengan masyarakat,” tegas Dandim.  (her/yon)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional