Tanding Persahabatan Presean Kembali Digelar di Mataram

Mataram (suarantb.com) – Tanding presean kembali digelar di Pasar Seni, Sayang-sayang, Kota Mataram. Pertandingan tersebut sengaja digelar oleh Pemkot Mataram dalam bentuk pertandingan persahabatan antar pepadu se-Pulau Lombok. Selain sebagai hiburan bagi masyarakat, pertandingan tersebut pun merupakan bentuk tindak lanjut Festival Mataram yang digelar beberapa waktu lalu, serta untuk mendukung gerakan “Ayo ke Mataram”.

Presean merupakan jenis permainan rakyat yang cukup diminati masyarakat, baik laki-laki ataupun perempuan, anak-anak ataupun orang dewasa. Terbukti dengan banyaknya warga yang berkumpul di arena gelar tanding yang dibuka pada Jum’at sore, 9 Desember 2016 oleh Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh. Kendati pertandingan presean sebelumnya telah diselenggarakan dalam kegiatan Festival Mataram belum lama ini, pertandingan presean kali ini tetap menjadi tontonan yang menarik minat masyarakat.

Iklan

Pepadu-pepadu cilik unjuk kebolehan dalam tanding persahabatan presean yang digelar di Kota Mataram.

Pepadu-pepadu cilik unjuk kebolehan dalam tanding persahabatan presean yang digelar di Kota Mataram.

Tanding persahabatan presean ini kembali diselenggarakan selama tiga hari berturut-turut, dimulai dengan acara silaturahmi tokoh, sesepuh, maupun pemerhati presean se-Pulau Lombok dengan Walikota Mataram di Pasar Seni, Sayang-sayang. Kemudian dilanjutkan dengan tanding persahabatan selama tiga hari, 9-11 Desember 2016 yang diikuti pepadu-pepadu se-Pulau Lombok.

Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh mengatakan siap menjadi pembina kelompok-kelompok presean tersebut. Dengan demikian, pertandingan presean akan menjadi agenda tetap Kota Mataram tiap tahun sebagai salah satu rangkaian Festival Mataram.

Pertandingan presean kali ini tidak hanya diikuti pepadu-pepadu dewasa. Namun juga menampilkan pepadu-pepadu cilik yang menyajikan penampilan yang tak kalah menariknya dari penampilan pepadu dewasa. Rupanya, dibalik muka-muka menggemaskan dari bocah-bocah yang usianya baru sepuluh atau belasan tahun, tersimpan keberanian dan ketangkasan luar biasa yang mampu memecahkan sorak antusias warga yang menyaksikan unjuk ketangkasan mereka yang luar biasa.

  Amin Siapkan Posisi Penting di Nasdem untuk Rohmi

Demikian juga dengan pepadu-pepadu dewasa. Masing-masing pepadu menampilkan kemampuan terbaiknya dalam pertarungan sengit, yang membuat hadirin tak segan mengeluarkan lembar-lembar ratusan ribu rupiah sebagai saweran.

Salah seorang pepadu asal Sayang-sayang, dengan nama julukan Dewa Mabuk mengatakan, adalah sebuah kebanggan bagi para pepadu bisa menampilkan laga terbaik mereka kepada masyarakat. Menurutnya, luka-luka sebetan yang didapatkan dari pertandingan tidak seberapa jika dibandingkan dengan perasaan puas dan bangga dapat bertanding dengan baik, terutama jika dalam laga tersebut mereka dapat kemenangan.

“Kalau luka-luka, kita sudah biasa. Kadang bocor, tidak apa-apa. Kita kalau menang, kita bangga sekali rasanya,” ungkap Dewa Mabuk usai tanding dengan pepadu lain berjuluk Raden Kian Santang.

Dewa Mabuk juga mengaku telah menjadi pepadu presean selama enam tahun dan telah sering mengalami luka-luka akibat pertandingan. Namun, seni permainan rakyat presean ini tidak melulu soal luka dan pukul-memukul. Melalui presean, para pepadu berlatih ketangkasan, kanuragan dan rasa persaudaraan antar sesama. Dengan diadakannya tanding persahabatan, presean tersebut menjad ajang silaturahmi bagi para pepadu, sekaligus masyarakat dan pemerintah. (rdi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here