Tanaman Padi Dipenuhi Lumpur, Warga Sambelia Harapkan Bantuan Beras Lebih Banyak

Selong (Suara NTB) – Bencana banjir bandang yang menerjang wilayah kecamatan Sambelia, Lombok Timur (Lotim) beberapa waktu lalu masih menyisakan sejumlah persoalan. Selain rusaknya sejumlah infrastruktur berupa jalan ataupun rumah warga. Bencana itu juga menyebabkan ratusan hektar tanaman padi masyarakat terendam, sehingga saat ini masyarakat membutuhkan bantuan beras.

Dikonfirmasi Suara NTB, Rabu, 22 Februari 2017, Camat Sambelia, H. Buhari, SH mengungkapkan jika kebutuhan utama yang paling dibutuhkan masyarakat yang menjadi korban banjir adalah beras. Pasalnya, kondisi itu disebabkan lantaran ratusan lahan pertanian masyarakat terdampak banjir hingga saat ini masih terendam lumpur.

Iklan

“Masyarakat sangat membutuhkan beras untuk kebutuhan ke depannya, karena saat ini lahan pertanian berupa padi dipenuhi lumpur, ada juga yang sudah rusak,” terangnya.

Selain itu, katanya, beras juga sangat diharapkan didistribusikan dalam jumlah yang cukup banyak atau besar dikarenakan masyarakat saat ini tidak bisa berbuat apa-apa untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari.

Masyarakat yang sebelumnya hanya menjadi petani saat ini kebingungan akan mengusahakan apa. Termasuk sejumlah masyarakat yang bekerja di beberapa tempat lainnya, karena sejumlah akses jalan putus, meski pembuatan jembatan darurat terhadap jalan utama yang terletak di Desa Sambelia sudah selesai dikerjakan.

Kendati demikian, Buhari menegaskan situasi keamanan di wilayah yang dipimpinnya itu cukup kondusif. Itu semua, menurutnya, tidak terlepas dari peran serta aparat penegak hukum (APH) dan pemerintah yang telah memberikan perhatian cukup maksimal terhadap masyarakat Sambelia yang dilanda musibah banjir banda. Termasuk, sejumlah instansi, lembaga, mahasiswa, pemuda, pelajar maupun lainnya yang telah menggelar aksi sosial dan mendistribusikan bantuan bagi korban banjir Sambelia, sehingga masyarakat yang terdampak tetap merasa berkecukupan untuk kebutuhan pokoknya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Prasaran dan Sarana Pertanian (PSP), Sahri pada Dinas Pertanian Lotim menyebutkan, banjir bandang yang mengepung wilayah Kecamatan Sambelia menyebabkan ratusan lahan pertanian masyarakat setempat terendam. Dari data sementara Dinas Pertanian Kabupaten Lotim, lahan pertanian berupa padi tercatat sebanyak 226,72 hektar pada saat terjadinya banjir pertama di wilayah Sambelia. (yon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here