Tanaman Cabai di Mataram Terserang Lalat Buah

Mataram (Suara NTB) – Sebanyak empat hektar tananam cabai di Kota Mataram, terserang hama antraks atau lalat buah. Ketua Kelompok Tani Adu Nasib, Batu Ringgit, Syakirin, Rabu, 17 Januari 2018 menuturkan, petani terancam mengalami kerugian jutaan rupiah akibat tanaman cabai mereka terserang hama antraks.

Hama lalat buah itu menyerang cabai petani pada saat musim hujan. Secara keseluruhan total tanaman cabai terserang hama sekitar 3 sampai 4 hektar. “Bukan 30 are, tapi sudah tiga sampai empat hektar terserang hama,” sebut Syakirin.

Iklan

Dikatakan, cabai terserang hama tidak laku di pasaran. Secara otomatis stok cabai kurang dan menyebabkan kelangkaan. Tingginya permintaan tak sebanding dengan produksi cabai, sehingga harga cabai mahal. Petani telah berusaha mengantisipasi serangan hama tersebut dengan menyemprotkan pestisida.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram, Ir. Mutawalli tidak mengetahui total lahan cabai petani terserang hama antraks. Tapi, ia sudah meminta penyuluh mengecek agar segera mengantisipasi penyebaran hama.

Dua cara dilakukan mengantisipasi penyebaran hama, yakni menggunakan pestisida dan eradikasi. Eradikasi dengan mencabut pohon yang terserang hama, agar tidak menular ke tanaman cabai lainnya. “Biasanya kalau musim hujan seperti ini lalat buah menyerang cabai petani,” kata Muttawali.

Dinas Pertanian berusaha semaksimal mungkin mencegah penyebaran hama tersebut. Dengan harapan, tanaman cabai tidak gagal panen. Terhadap harga di pasaran, Mutawalli berharap terserangnya cabai tersebut tidak mempengaruhi kelangkaan dan meningkatnya harga cabai di pasar. (cem)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional