Tampilkan Kesenian, Media Mengenalkan Budaya Pada Anak

Mataram (suarantb.com) – Menampilkan kesenian tradisional khususnya dari daerah NTB dalam acara peringatan Hari Anak Nasional (HAN) menjadi salah satu media dalam mengenalkan budaya pada anak. Beberapa hari lalu, Pemkot Mataram mengenalkan tradisi begibung dalam makam malam penyambutan (welcome dinner) kepada anak-anak peserta HAN yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam salah satu rangkaian acara HAN, Jum’at, 22 Juli 2016 besok akan ditampilkan Tari Rudat dan Tari Gandrung yang akan dibawakan oleh anak-anak Kota Mataram sendiri. Seniman Kota Mataram, H. Abdul Hamid mengatakan budaya tradisional perlu dikenalkan kepada anak-anak agar tetap lestari.

“Supaya anak-anak kita mengenal budaya daerah peninggalan leluhur kita,” ujarnya kepada suarantb.com, Kamis, 21 Juli 2016.

Menurutnya, anak-anak sebagai generasi muda penerus bangsa harus mengenal budaya-budaya seperti tari tradisional, adat istiadat, pakaian tradisional, rumah tradisional dan lainnya. Termasuk anak-anak di Kota Mataram juga harus tahu budaya daerah NTB, khususnya Lombok.

Hamid menambahkan akan sangat baik jika anak-anak NTB mampu membawakan berbagai jenis kesenian tradisional. Ia mengaku bangga dapat melatih anak-anak Kota Mataram membawakan Tari Rudat dan Gandrung yang akan dipentaskan dalam acara peringatan HAN.

Tari Gandrung akan dijadikan tari sambutan. Tarian ini merupakan tari pergaulan sehingga dalam pementasannya nanti akan mengajak anak-anak lainnya ikut menari. “Dalam Tari Gandrung ini ada yang disebut penepekan, disana penari akan mencari siapa yang akan diajak menari. Nah, disini anak-anak yang lain juga diajak ikut menari,” terangnya.

Sementara Tari Rudat merupakan tari kegembiraan. Tarian yang akan dibawakan sebagai tari penutup ini digunakan orang-orang dahulu dalam acara-acara besar yang menggambarkan kegembiraan, seperti menyambut tamu, acara praja khitanan dan nyongkolan. Rudat adalah tarian bernafaskan Islam yang diiringi syair yang diambil dikutip dari ayat-ayat Al-Qur’an.

“Tari Rudat ini menggambarkan bagaimana gembiranya orang Islam dalam acara-acara besar. Jadi Rudat ini adalah suatu hiburan yang menggembirakan yang bernafaskan Islam,” terangnya. (rdi)