Tambora akan Jadi Ikon Kabupaten Bima

Seorang rider tengah melintasi jalur offroad di Gunung Tambora dengan kendaran bermotor. (Suara NTB/ars)

Bima (Suara NTB) – Wakil Bupati (Wabup) Bima, Drs. H. Dahlan M. Noer M.Pd menepis sorotan Anggota DPRD, yang mengatakan masyarakat di wilayah Kecamatan Tambora masih tertinggal jauh karena masih dianaktirikan oleh Pemerintah Kabupaten Bima.

Dahlan mengaku, justru di wilayah Kecamatan Tambora kedepan akan dibangun sebuah pelabuhan besar. Bahkan perbaikan sarana infrastruktur jalan akan terus dilakukan pada 2020 mendatang. “Tambora akan menjadi Ikon Kabupaten Bima kedepannya. Terutama pengembangan sektor Pariwisata,” kata Dahlan kepada Suara NTB, Kamis,  3 Oktober 2019.

Iklan

Wabup mengaku, Ibu Bupati meminta program pembangunan berbagai sektor diarahkan ke Tambora. Mengingat potensi Tambora cukup besar. Apalagi Tambora sudah ditetapkan sebagai Cagar Biosfer dan sudah masuk Geopark Dunia.

“SDA di Tambora banyak. Ada kopi Tambora yang membuat kita bangga, rumah peninggalan Belanda dan lainnya,” katanya.

Dahlan mengklaim sejak Pemerintahan Dinda-Dahlan, Tambora kini menjadi tempat yang paling seksi berbagai sektor terutama Pariwisata. Yang sebelumnya hanya dianggap tempat buangan. “Memang kita menyadari ada kekurangan. Tapi hal ini akan terus ditingkatkan lagi. Terutama dari sektor Pendidikan dan Kesehatan,” ujarnya.

Seperti diberitakan Suara NTB sebelumnya, masyarakat yang berada di lereng gunung Tambora bagian utara yang masuk wilayah Kabupaten Bima masih jauh tertinggal. Bahkan terkesan masih dianaktirikan jika dibandingkan Kecamatan lainnya.

Demikian disampaikan anggota DPRD pertama yang juga asli warga Tambora, Dedy MT, kepada Suara NTB, Selasa (1/10). Dedy mengaku wilayah Kecamatan Tambora masih jauh tertinggal berbagai sektor. “Sektor sarana dan prasarana infrastruktur  jalan, kesehatan, pendidikan, pertanian pariwisata dan lainnya Kecamatan Tambora belum memadai,” katanya.

Diakuinya sektor yang sangat penting dibutuhkan di Kecamatan Tambora yakni perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan. Selain itu, ketersediaan alat kesehatan (Alkes) dan tenaga medis.

  Dr. Zul Restui Pasangan Ruslan - Nasarudin Maju Pilkada Dompu

Dia menilai ada ketimpangan dan diskmriminasi dalam berbagai sektor yang terjadi di Tambora jika dibandingkan wilayah Kecamatan lainnya. Padahal Tambora diluar dikenal sebagai wilayah yang kaya SDA dan ditetapkan sebagai Cagar Biosfer oleh PBB.

“Seharusnya Pemerintah. Baik Daerah, Provinsi dan Pusat memperhatikan Tambora. Tidak hanya nama besar Tambora yang digaungkan, sementara kondisi masyarakatnya masih jauh tertinggal. Bergagai sektor belum memadai,” kata Politisi Demokrat ini. (uki)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here