Tambang Emas akan Beroperasi di Ropang Sumbawa

Muhammad Riadi

Mataram (Suara NTB) – Selain tambang emas milik PT. Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) di Batu Hijau Sumbawa Barat, tambang emas juga akan segera berdiri di wilayah Kecamatan Ropang, Kabupaten Sumbawa. PT. Sumbawa Juta Raya yang memiliki izin di kawasan seluas 8.687 hektare sudah memasuki tahap konstruksi menuju operasi produksi.

‘’PT. Sumbawa Juta Raya di Ropang Sumbawa sudah konstruksi, itu tambang emas.  Yang IUP produksi itu AMNT dan Sumbawa Juta Raya, sedang konstruksi menuju produksi,’’ kata Plt Kepala Dinas ESDM NTB, Muhammad Riadi, S.P., Mec.Dev., dikonfirmasi Suara NTB, Kamis, 19 November 2020.

Ia mengatakan, lokasi pertambangan emas tersebut agak terisolir, belum ada akses jalan kendaraan menuju ke sana. Bahkan, untuk droping alat berat, investor membawanya lewat jalur laut.

Berdasarkan data Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) NTB ada sejumlah Izin Usaha Pertambangan (IUP) logam dan Izin Pertambangan Rakyat (IPR) mineral logam, baik dalam tahap eksplorasi maupun operasi.

Tercatat dua IUP logam dalam tahap eksplorasi, masing-masing di Sumbawa dan Sumbawa Barat. Dengan luas areal masing-masing 9.734 hektare dan 23.242 hektare. Sedangkan dalam tahap operasi sebanyak 22 IUP logam.

Dengan rincian, Lombok Barat 3 IUP logam seluas 3.730 hektare, Lombok Timur 1 IUP logam seluas 1.348 hektare, Sumbawa 5 IUP logam seluas 30.580,5 hektare, Dompu 10 IUP logam seluas 8.120 hektare, Sumbawa Barat 1 IUP logam seluas 24.722 hektare dan Bima 2 IUP logam seluas 18.202 hektare.

Riadi menjelaskan sebagian besar investor yang memperoleh izin, masih dalam tahap ekplorasi. Untuk investor yang sudah mendapatkan izin operasi produksi, terus didorong mempercepat realisasinya di lapangan.

‘’Kalau dia sudah selesai eksplorasi ditingkatkan menjadi operasi produksi. Tapi tetap dia pertimbangan bisnis. Ndak bisa kita paksa. Kalau merasa menguntungkan dan punya modal besar, dia kerja. Tapi kebanyakan eksplorasi. PT. STM (Sumbawa Timur Mining) saja yang besar masih eksplorasi,’’ katanya. (nas)