Tambang dan Pariwisata Sekotong Bisa ‘’Dikawinkan’’

Ilustrasi tambang liar. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Pengembangan pertambangan emas dan pariwisata di Sekotong, Lombok Barat (Lobar) dinilai dapat dikawinkan. Dengan perkembangan teknologi, pertambangan dengan tidak merusak lingkungan dapat dilakukan.

Sekretaris Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) NTB, Zainal Abidin mengatakan, jika tambang besar yang beroperasi di Sekotong maka tidak akan merusak lingkungan. Karena dalam menjalankan operasi pertambangan akan menaati aturan-aturan yang terkait dengan lingkungan.

Iklan

‘’Kalau tambang besar tak merusak lingkungan. Mengubah bentang alam itu tidak mesti mengubah lingkungan. Kalau nanti bisa dikombinasikan antara tambang dan pariwisata juga menarik,” kata Zainal dikonfirmasi Suara NTB, Rabu, 24 April 2019 siang.

Ia mengatakan di wilayah Sekotong telah terbit beberapa izin pertambangan. Sehingga tidak serta merta izin yang sudah dikeluarkan tersebut dicabut. Dikatakan, wilayah Sekotong masih potensial untuk tambang.

‘’Apa yang memberikan kemanfaatan yang lebih besar itu yang diutamakan. Tapi bukan berarti yang lain ditiadakan,’’ katanya.

Zainal mengatakan, di wilayah Sekotong, PT. Indotan masih memegang izin eksplorasi. Tidak lama lagi, perusahaan ini akan masuk pada tahap  eksploitasi.

Zainal mengatakan bahwa memang di wilayah Sekotong ada beberapa titik tambang emas ilegal. Namun ia menyebut jumlahnya sudah tidak banyak dan jauh menurun dibandingkan beberapa tahun lalu.

Berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal ini, Zainal mengatakan pihaknya bersama Polda dan Pemda Lobar melakukan penertiban. Caranya memutus mata rantai peredaran merkuri ilegal.

‘’Peredaran merkuri di NTB sudah jarang. Sehingga otomatis berhenti sendiri aktivitas tambang ilegal.  Mata rantai sudah diputus aparat,’’ katanya.

Ia mengatakan,  apabila perusahaan pertambangan yang sudah mendapatkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Sekotong beroperasi di sana. Maka tambang ilegal akan berhenti.

Saat ini, kepemilikan tambang sudah beralih dari Indotan ke investor lain. PT Ancora Indonesia Resources Tbk (OKAS) dan telah menandatangi perjanjian dengan Southem Arc Minerals Inc untuk mengakuisisi 100 persen  kepemilikan pada Indotan Lombok Pte Ltd yang memiliki 90 persen  saham pada PT Indotan Lombok Barat Bangkit.

PT Indotan Lombok Barat Bangkit dimiliki oleh Indotan Lombok Pte Ltd sebesar 90 persen  dan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat sebesar 10 persen yang memiliki IUP eksplorasi tambang emas di Lombok Barat dengan luas 10.088 hektare.

Tahun 2004,  Indotan melakukan survei dan menemukan prospek emas di daerah Sekotong Barat. PT Indotan sendiri memiliki 3 prospek lokasi tambang yaitu di Pelangan, Mecanggah dan Selodong.

Tahun 2013, berdasarkan data ekplorasi, diperoleh estimasi sumberdaya tereka sebesar 1,49 juta ons emas (42,24 ton) dengan rata rata kandungan 2,69 gram per ton, 1,82 juta ons perak (80 ton) dan 397,3 juta pon tembaga (180.215 ton) serta 3 deposit emas epitermal di Raja, Bising dan Tibu Serai yang diperkirakan mengandung 11.783 juta ton emas dengan rata rata kandungan 1,5 gram per ton. (nas)