Taman Sangkareang Dirancang Jadi Taman Ramah Anak

Sejumlah anak – anak bermain di area permainan Taman Sangkareang pada Selasa, 12 Oktober 2021. Taman Sangkareang mulai ditata dan ditambah fasilitas permainannya. Pemkot Mataram menggagas taman yang terletak di jantung kota menjadi taman ramah anak. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram menambah fasilitas bermain anak di Taman Sangkareang. Taman yang terletak di pusat Kota Mataram dirancang menjadi taman ramah anak. Masyarakat diminta turut memelihara fasilitas publik tersebut.

Kepala DLH Kota Mataram, H. M. Kemal Islam menjelaskan, penataan Taman Sangkareang dalam rangka memenuhi permintaan kota layak anak. Pihaknya melengkapi dan menambah fasilitas pendukung seperti permainan serta jalur kursi roda bagi penyandang disabilitas. Permainan yang Standar Nasional Indonesia (SNI). “Fasilitas bermain anak yang kita buat itu berstandar SNI sesuai arahan pemerintah pusat, ” kata Kemal dikonfirmasi, Selasa, 12 Oktober 2021.

Iklan

Menurutnya, Taman Sangkareang baru satu percontohan. Tidak menutup kemungkinan apabilai anggaran banyak akan merambah ke ruang terbuka hijau lainnya. Khusus penataan taman yang persis berada di depan Kantor Walikota Mataram tersebut, menghabiskan anggaran sekitar Rp150 juta. Taman ini harus dirancang menjadi taman ramah anak, karena akan menjadi bagian dari penilaian Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. “Taman Sangkareang ini yang masuk penilaian yang harus dipenuhi Kota Mataram,” ujarnya.

Di satu sisi, Kemal mengakui, kendala yang dihadapi selama ini adalah pemeliharaan dan pengawasan terhadap fasilitas yang telah dibangun. Biaya pemeliharaan jadi persoalan. Hal ini tidak boleh jadi kendala dan harus ada kemauan untuk menjaga atau merawat fasilitas tersebut. “Ada anggaran tetapi tidak memadai,” ujarnya.

Karena itu, dibutuhkan peran serta dari masyarakat dalam rangka memelihara dan merawat fasilitas publik tersebut. Pemerintah membangun fasilitas publik untuk sama – sama dipelihara atau minimal dijaga. Dikhawatirkan sikap tidak peduli masyarakat berdampak terhadap rusaknya fasilitas, sehingga tidak bisa dimanfaatkan oleh anak – anak.

Pihaknya tidak mau kecolongan. Fasilitas bermain di area Taman Sangkareang akan diawasi. Satgas Lingkungan Hidup akan memantau mulai pagi sampai malam hari. “Permainan anak – anak tidak boleh digunakan oleh orang dewasa. Kalau bapak dan ibunya ikut naik di permainan akan jadi rusak,” demikian kata Kemal mengingatkan. (cem)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional