Taman Kota Rawan Dijadikan Lokasi Transaksi Narkoba

Taman Udayana di Kota Mataram yang diduga rawan sebagai tempat transaksi narkoba. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Sejumlah taman di Kota Mataram disinyalir rawan dijadikan lokasi transaksi narkoba. Demikian antara lain yang disimpulkan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Mataram.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Walikota Mataram H. Mohan Roliskana menegaskan, sebenarnya tidak saja taman kota. Tetapi, lokasi mana saja sangat rawan dijadikan tempat transaksi barang haram tersebut.

Iklan

Karena modusnya peredaran narkoba berbagai macam.

Bahkan, Taman Udayana jadi salah satu tempat. “Sebenarnya bukan Udayana saja. Tempat lain juga bisa dijadikan transaksi,” timpal Mohan, Kamis (3/1).

Taman Udayana diakui, selama ini jadi salah satu pusat keramaian. Pemkot Mataram telah membatasi pada malam Jumat tidak boleh ada aktivitas pedagang. Akan tetapi, pengawasan tidak bisa secara melekat dilakukan.

Barangkali kata Mohan, akan disampaikan ke pedagang untuk bekerjasama mengawasi serta memantau aktivitas masyarakat. “Pedagang kita minta mengawasi karena mereka yang bersentuhan langsung,” ucapnya.

Temuan BNN Kota Mataram tersebut akan jadi perhatian. Pihaknya akan berkoordinasi dengan BNN untuk turut mengawasi.

Bagaimana dengan tes urine PNS secara keseluruhan? Disampaikan Mohan, tidak bisa dilaksanakan secara menyeluruh karena terbatas anggaran. Cukup secara parsial di masing – masing organisasi perangkat daerah. “Ini kita sesuaikan dengan anggaran,” tandasnya. Pimpinan OPD secara keseluruhan telah melaksanakan tes urine.

Bagi Kasat Pol PP Kota Mataram, Bayu Pancapati, penanganan narkoba sudah ada tim khususnya. Aparat kepolisian dipastikan telah mengendus hal tersebut. “Teman – teman kepolisian pasti tahu kok,” jawabnya. (cem)