Taman Budaya Tampilkan Kesenian Hadrah

SUARANTB.com – Mataram, Menjelang berbuka puasa, Rabu (22/6) sore nanti Taman Budaya NTB akan menampilkan kesenian Hadrah untuk memeriahkan perayaan Festival Pesona Ramadhan. Festival yang diselenggarakan sejak Senin (20/6) – Senin (27/6) ini juga dimeriahkan dengan penampilan Festival Beduq, Selasa (21/6).

Kepala Taman Budaya NTB, Drs. Faisal mengemukakan, penampilan kesenian yang berasal dari jarizah arab ini akan dilakukan oleh kelompok masyarakat di Kota Mataram. Kesenian ini merupakan bagian dari tradisi masyarakat Islam yang berkembang sejak zaman Nabi Muhammad SAW.

Iklan

“Taman Budaya kebagian peran untuk menampilkan kesenian Hadrah dan Zikir Zaman. Kedua kesenian ini sama sama kental dengan nuansa Islami,” katanya, ketika diwawancara Selasa (21/6).

Kesenian Hadrah yang biasanya juga disebut marawis ini merupakan permainan seni musik yang melibatkan banyak personel. Muatan hadrah berisi tentang syair shalawat nabi yang dilantunkan secara merdu serta dipadukan dengan tetabuhan alat musik. “Alat musik yang digunakan sebagai pengiringnya adalah rebana itu,” tuturnya.

Berdasarkan pemahaman sejarah perkembangannya, kesenian yang dilakoni masyarakat Islam ini masuk di tanah nusantara sejak berlangsungnya aktivitas perdagangan. Kesenian ini diyakini dibawa oleh para pedagang dari Jazirah Arab.

Kesenian yang diadaptasi dan tertanam menjadi bagian dari kesenian masyarakat di Indonesia ini diperikan mulai berkembang sejak abad ke-18. Selain menyebar dan tumbuh secara subur di tanah Jawa dan Madura,  kesenian ini juga kelihatannya berkembang sebagai entitas budaya masyarakat di Pulau Lombok.

Meski demikian, seni musik yang satu ini diakulturasi dengan variasi yang sedemikian rupa, tak ubah seperti tari Zapin yang datang dari Timur Tengah yang kini menjadi kesenian yang diwarisi secara turun temurun oleh masyarakat Bima, NTB. Kesenian ini membuktikan bahwa daya akulturasi bangsa Indonesia pada abad ke-18 relatif tinggi, sebab Hadrah yang berkembang di negeri jiran tidak serupa dengan Hadrah yang bertumbuh di daerah ini. (met)

  Tiga Alasan Raja Arab Saudi Memilih Berlibur di Bali Ketimbang Lombok

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here