Takmir Masjid Karang Baru Jadi Guru Besar Termuda Unram

Prof. Dr. Kurniawan, SH, M.Hum. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Satu lagi prestasi membanggakan diukir Universitas Mataram. Pasca mengukuhkan tiga Guru Besar dalam acara Sidang Terbuka Senat Pengukuhan Guru Besar Universitas Mataram bertempat di ruang Sidang Senat Gedung Rektorat Unram, Selasa, 4 Februari 2020 lalu, kini giliran Wakil Rektor II Bidang Keuangan Dr. Kurniawan, SH, M.Hum, resmi berstatus guru besar (professor). Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI telah menerbitkan SK bagi mantan Wakil Dekan Fakultas Hukum Unram itu.

Keputusan Surat Keputusan (SK) dengan nomor 152795/MPK/KP/2019 tentang kenaikan jabatan akademik/fungsional dosen Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu ditandatangani Mendikbud Nadiem Anwar Makarim tertera tanggal 29 Desember 2019. Dalam SK itu Kurniawan dinyatakan telah memenuhi syarat berdasarkan penetapan angka kredit sebesar 859 dari Direktur Jenderal Sumber Daya Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi untuk diberikan kenaikan jabatan sebagai Guru Besar.

Iklan

“Alhamdulillah, SK baru dikirim hari ini,” terang pria yang kini juga menjadi Takmir Masjid Baiturrahman Lingkungan Suradadi Timur, Karang Baru, Mataram.

Dengan telah ditetapkannya mantan Panitia Pengawas (Panwas) Provinsi NTB pada Pilgub NTB Tahun 2008 sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Hukum, praktis Kurniawan mencetak rekor baru sebagai Guru Besar termuda Unram dengan usia 42 tahun 9 bulan. Rekor yang dicetak Kurniawan seolah menghapus stigma pejabat sulit mencapai puncak karir tertinggi di bidang akademik.

Untuk diketahui, sebelum menjabat Wakil Rektor II Unram, pria kelahiran Desa Ranggagata, Lombok Tengah, 3 Maret 1977 silam itu merupakan Wakil Dekan II Fakultas Hukum selama dua periode.

Mengikuti Dekan Fakultas Hukum saat itu Prof. H. Lalu Husni yang terpilih jadi Rektor Unram, Kurniawan mencoba peruntungan dengan ikut seleksi terbuka dalam penjaringan Calon Wakil Rektor. Karir Kurniawan kian moncer setelah dalam seleksi itu terpilih sebagai Wakil Rektor II Bidang Keuangan.

Apa yang telah diraih Prof. Kurniawan tentu saja patut ditiru dosen-dosen muda. Mengingat meraih puncak karir tertinggi akademik itu tidaklah mudah. Apalagi di tengah berbagai kesibukan di tengah kampus dan luar kampus, menambah perjuangan mencapai gelar bergengsi itu.

“Semoga memberikan manfaat bagi masyarakat,” harapnya.

Sebelumnya beberapa waktu lalu Senat Unram mengukuhkan Prof. Ir. Bambang Hari Kusumo, M.Agr.St., Ph.D sebagai Guru Besar dalam bidang Ilmu Tanah pada Fakultas Pertanian, Prof. Dr. Muhammad Natsir, SH., MHum., sebagai Guru Besar dalam bidang Ilmu Hukum Pidana pada Fakultas Hukum dan Prof. Dr. Mansur Afifi sebagai Guru Besar dalam bidang Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

Pengukuhan ketiga profesor tersebut, menambah guru besar Unram menjadi 55 orang. Dengan telah resminya Prof. Kurniawan berstatus Guru Besar, maka otomatis koleksi Guru Besar Unram bertambah menjadi 56 orang. (dys)