Tak Taat Prokes, Enam Sekolah di Lotim Ditutup Sementara

Achmad Dewanto Hadi. (Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) kembali menutup enam sekolah yang terdiri dari Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Penutupan ini kembali dilakukan lantaran santuan pendikan tersebut tidak menaati protokol kesehatan (prokes).

 “Dari awal dimulainya ajaran baru tahun ini, sebanyak enam sekolah kita tutup. Tapi saya lupa sekolah mana saja yang enam itu,”sebut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lotim, Achmad Dewanto Hadi, dikonfirmasi Suara NTB, Rabu, 4 Agustus 2021.

Iklan

Waktu penutupan sementara terhadap satuan pendidikan uang tidak taat prokes ini dilakukan minimal enam hari. Penutupan dapat diperpanjang apabila sekolah tersebut belum menerapkan protokol kesehatan (prokes). “Selama sekolah belum bisa memenuhi standar prokes, tentu tidak akan kita izinkan menyelenggarakan pembelajaran tatap muka di sekolah,” tegasnya.

Untuk itu, lanjut mantan Kepala Bappeda Lotim ini, pihaknya secara intens memantau perkembangan dan kepatuhan terhadap sekolah-sekolah yang menyelenggarakan pembelajaran tatap muka (PTM) dengan memperhatikan prokes, baik itu ketersediaan tempat cuci tangan, memakai masker hingga pengaturan jarak tempat duduk siswa saat berada di dalam kelas.

 “Kita akan pantau dulu prokes di satuan pendidikan itu, barulah kita izinkan menggelar PTM. Ini rutin kita lakukan berkoordinasi dengan kepsek dan para guru,”jelasnya. (yon)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional