Tak Siapkan TPS, Disperkim Segera Tegur Pengembang Perumahan

Ilustrasi (Sampah)

Giri Menang (Suara NTB) – Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim) Lombok Barat (Lobar) akan turun melakukan pengecekan terhadap semua perumahan yang dibangun di wilayah setempat. Langkah ini dilakukan lantaran ada beberapa developer (pengembang) yang membangun perumahan, baik subsidi dan non subsidi tak mematuhi rekomendasi teknis dari dinas terkait. Pihak pengembang tak menaati rekomendasi teknis terkait penyiapan tempat pembuangan sampah (TPS) di lokasi pembangunan perumahan.

Kepala Bidang Perumahan pada Disperkim Lobar L. Ratnawai mengatakan, dalam rekomendasi teknis yang dikeluarkan dinas terhadap pengembang yang membangun perumahan di Lobar pada poin pertama wajib menyiapkan TPS dan depo sampah sebelum perumahan selesai dibangun. “Di sana harus ada TPS, kalau tidak mau TPS menetap mereka buat depo nanti tinggal petugas kebersihan tinggal diangkut agar sampah tak tercecer ke mana-mana,”jelas dia.

Diakuinya, ada pengembang yang tak menaati rekomendasi teknis ini seperti di Labuapi sehingga menjadi keluhan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), sebab sampah menumpuk di jalan.

 Atas dasar ini, ujarnya, tim akan turun menegur pengembang yang tak menaati rekomendasi teknis. Pihaknya akan menyurati para pengembang agar segera menyiapkan TPS dan depo. Pihaknya bersama DLH akan turun dalam waktu dekat  untuk mengecek semua perumahan di Lobar. Saat ini pihaknya masih fokus menangani bantuan korban gempa. “Kalau tidak ada disiapkan TPS nanti kita tegur sebab itu syarat mutlak,” tegasnya.

Menurutnya penyiapan TPS di masing-masing kompleks perumahan ini sangat penting dalam hal penanganan smapah. Sebab kata dia, tidak mungkin penanganan sampah bisa dilakukan oleh dinas. Selain itu warga yang menghuni perumahan tidak bingung mau buang sampah di mana.

Sementara itu, Kepala DLH Lobar H.L. Surapati mengatakan produksi sampah di Lobar per hari mencapai 175 ton dengan komposisi limbah organik dan non organik, palstik bahan tekstil. Diakui yang jadi masalah utama sampah yang susah terurai, seperti plastik mendominasi dari total produksi sampah di Lobar. “Pertumbunan sampah ini semakin meningkat seiring pertumbuhan penduduk,”jelas dia.

Diakui munculnya keluhan sampah ini juga disebabkan banyak TPS liar di pinggir jalan, sebab ada pihak pengembang yang membangun perumahan tidak menyiapkan TPS secara khusus. Ia mencontohkan di wilayah Labuapi cukup marak TPS liar. Untuk itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan DPMPTSP akan mengubah Perbup, agar setiap ada permohonan izin lingkungan  terkait rencana pembangunan perumahan agar pengembang menyiapkan fasilits umum seperti TPS. (her)