Tak Setuju, Wagub Minta Pusat Tinjau Ulang Rencana Tujuh Hari Kerja ASN

Mataram (suarantb.com) – Wakil Gubernur NTB,  H. Muh. Amin, SH., M. Si tidak setuju dengan wacana penambahan hari Sabtu dan Minggu menjadi hari kerja bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Ia mengatakan ASN juga manusia biasa yang membutuhkan waktu jeda dari rutinitas menjalankan tanggungjawabnya. Baik untuk beristirahat maupun berkumpul bersama keluarga.

Demikian disampaikan Amin menanggapi kebijakan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) yang rencananya menambahkan hari Sabtu-Minggu sebagai hari kerja.

Iklan

“Saya kira kita tidak setujulah ya. Pegawai juga kan manusia biasa. Butuh istirahat, kumpul sama keluarga,” katanya, Minggu, 27 November 2016.

Amin menilai sebagai manusia biasa, pegawai memiliki keterbatasan kemampuan. Dan hari libur menjadi waktu yang penting untuk berkumpul dengan keluarga dan menikmati suasana lain di luar tanggung jawab pekerjaannya.

“Kerja manusia itu ada batasnya,” katanya.

Untuk itu, Ketua DPW Partai  Nasdem NTB ini meminta kepada pemerintah pusat untuk melakukan pengkajian ulang terhadap rencana tersebut. Bagaimanapun pegawai memiliki hak memiliki waktu libur.

“Saya kira semuanya mungkin. Sabtu-Minggu masuk mungkin-mungkin saja. Tapi pertimbangkan lagilah. Pegawai juga kan manusia,” ujarnya.

Mantan anggota DPRD NTB ini lantas menganalogikan penambahan hari kerja Sabtu-Minggu itu seperti pilot pesawat terbang yang menerbangkan pesawatnya selama sembilan jam lebih dalam sehari tanpa jeda. Besar kemungkinan hal itu akan membuat pesawat yang diterbangkan terjatuh.

“Saya belum setuju lah. Kaji dulu,” pintanya.

Untuk diketahui saat ini Menpan RB tengah menggodok Peraturan Pemerintah (PP) tentang gaji pegawai termasuk menjadikan hari Sabtu-Minggu sebagai hari kerja bagi pegawai yang membidangi pelayanan publik. (ast)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here