Tak Sesuai Pembayaran, BKD Kota Mataram Periksa Satu Wajib Pajak

Mataram (Suara NTB) – Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Mataram memeriksa satu wajib pajak (WP), berkaitan dengan ketidaksesuaian penyetoran pajak parkir. Menurut Kepala BKD Kota Mataram, Drs. H.M. Syakirin Hukmi, pihaknya tetap melakukan penagihan terhadap wajib pajak. Tak maksimalnya penarikan pajak parkir di 72 titik, sehingga tidak mencapai target.

Itu disebabkan pelimpahan penarikan pajak parkir diserahkan pada pertengahan tahun 2017 lalu. “Sekarang ini sudah dimulai penagihan,” kata Syakirin pekan kemarin. Progres penagihan pajak parkir dinilai membaik. Posisi di triwulan kedua mencapai 50 persen atau Rp2 miliar dari target Rp4 miliar.

Iklan

Diakui Syakirin, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap satu wajib pajak. Dari hasil evaluasi bahwa setoran pajak parkir tidak sesuai dengan hasil uji petik. Syakirin tidak menyebutkan identitas wajib pajak termasuk jumlah pajak yang seharusnya disetor ke kas daerah.

“Posisi akhir tahun nanti mudah – mudahan bisa mencapai Rp4 miliar,” harapnya.

Terhadap wajib pajak yang tidak menarik pajak parkir seperti Transmart dan Giant, Syakirin mengatakan, dengan keluarnya aturan baru bahwa Pemkot Mataram menggunakan aturan lebih atas. Dasar pengenaan pajak parkir tetap 30 persen sesuai perhitungan sebelumnya.

“Yang tidak tarik pajak tetap akan kita tagih. Karena sudah ada aturan baru yang mengaturnya,” ujar. (cem)