Tak Sesuai Masa Kerja, SK Tenaga Honorer Lotim Dipertanyakan

Sejumlah tenaga honorer di Lotim yang mendatangi kantor BKPSDM Lotim untuk menerima SK dan mempertanyakan kesesuaian SK dengan masa pengabdiannya. (Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Sejumlah tenaga honorer di Kabupaten Lombok Timur (Lotim), Rabu,  8 Mei 2019 mendatangi kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Lotim. Kedatangan para tenaga honorer tersebut untuk mengambil SK dari hasil penyesuaian berdasarkan masa kerja. Hanya saja, beberapa tenaga honorer mengeluhkan jika SK yang diterimanya tidak sesuai masa kerjanya. Ironisnya, terdapat honorer yang mengabdi 10 tahun ke atas tidak mendapatkan SK.

Juwita Purnama Sari, salah satu tenaga honorer yang mengabdi sejak tahun 2009 ini mendapat SK kelompok kerja (KK). Semestinya, kata dia, SK yang didapatkan yakni SK perjanjian kerja (PK) dengan masa kerja 10 tahun ke atas. Sementara, kata dia, terdapat temannya yang masa kerja di bawah 10 tahun, sudah mendapatkan SK perjanjian kerja. “Saya baru terima SK hari ini, (kemarin, red). Tapi setelaj saya lihat kok tidak sesuai,”jelasnya.

Iklan

Atas dasar itu, kemudian dipertanyakan kejanggalan tersebut. Namun ia mengaku lebih berpikir positif dan menduga adanya kekeliruan dalam penerbitan SK dikarenakan banyaknya yang harus ditangani. Juwita berharap, dalam penerbitan SK tenaga honorer ini secara merata dan adil sesuai masa kerjanya. Jangan ada permainan yang dapat menguntungkan dan merugikan orang lain. “Bahkan ada teman saya jadi operator di Kecamatan Sakra Barat yang masa pengabdiannya dari 2009 namun tidak keluar SKnya,” jelasnya, kepada Suara NTB, Rabu,  8 Mei 2019.

Dari hasil konfirmasi yang dilakukan, Juwita diminta untuk menerima SK kelompok kerja sembari berjalan, karena dimungkinkan adanya kekeliruan. Apabila benar ada kekeliruan, maka SK kelompok kerja yang diterimanya itu akan ditarik dan diganti dengan SK perjanjian kerja sebagaimana mestinya. “Kita diminta untuk menerima SK ini dulu sembari berjalan,”akunya.

Sekretaris BKPSDM Lotim, Lalu Alwan Wijaya, menyebutkan bahwa untuk pembagian SK kelompok kerja dan perjanjian kerja belum selesai. Saat ini yang sudah tuntas yakni untuk tenaga honorer bidang kesehatan. “Tinggal pendidikan yang belum diluar non sertifikasi. Untuk yang sertifikasi sudah karena itu syarat untuk sertifikasinya. Termasuk untuk kesehatan dan OPD-OPD yang lain juga sudah,” jelasnya.

Jenis SK yang diberikan yakni SK perintah kerja, SK kelompok kerja dan SK perjanjian kerja. Dari pembagian itu, BKPSDM menjamin tenaga honorer menerima SK sesuai masa kerjanya. Bahkan dalam penyesuaian ini tidak ada tenaga honorer yang dirumahkan. Hanya saja untuk yang nol masa kerjanya atau di bawah lima tahun, untuk honornya dicarikan dari kegiatan. Berbeda halnya dengan honorer pemegang SK kelompok kerja dan perjanjian kerja yang honornya dari daerah.

Dalam pengaklasifikasian SK tersebut, untuk masa kerja 1-5 tahun akan diberikan SK perintah kerja, masa kerja 6-10 tahun mendapat SK kelompok kerja, dan 10 tahun ke atas akan mendapat SK perjanjian kerja yang SK-nya merupakan SK bupati.

Diketahui sebelumnya, dalam proses evaluasi dan verifikasi yang dilakukan beberapa waktu lalu, rincian klasterisasi masa kerja di antaranya, pertama untuk OPD se-Kabupaten Lotim di luar UPTD Dikbud, sekolah dan Puskesmas, masa kerja 10 tahun ke atas sebanyak 409 orang, masa kerja 5 tahun sampai 10 tahun sebanyak 761 orang, dan masa kerja kurang dari 5 tahun sebanyak 966 orang sehingga totalnya 2.136 orang.

Untuk di Puskesmas se-Kabupaten Lotim, masa kerja 10 tahun ke atas sebanyak 38 orang, masa kerja 5-10 tahun sebanyak 484 orang, dan masa kerja di bawah 5 tahun sebanyak 760 orang dengan jumlah sebanyak 1.282 orang. Selanjutnya untuk UPTD Dikbud dan sekolah se-Kabupaten Lotim, untuk masa kerja 10 tahun ke atas sebanyak 907 orang, masa kerja 5-10 tahun sebanyak 157 orang, dan masa kerja kurang dari 5 tahun sebanyak 342 orang dengan total 1.708 orang.

Sedangkan untuk sekolah swasta atau yayasan, masa kerja 10 tahun ke atas sebanyak 190 orang, masa kerja 5-10 tahun sebanyak 157 orang, masa kerja kurang dari 5 tahun sebanyak 253 orang dengan jumlah 600 orang. (yon)