Tak Semua Mahasiswa Unram Dapat Keringanan UKT Apa Sikap Rektorat Unram?

0
Kurniawan (Suara NTB/dys)

Mataram (Suara NTB) – Surat Keputusan (SK) Rektor Universitas Mataram (Unram) tentang keringanan pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) telah keluar, namun tidak semua mahasiswa mendapatkan keringanan UKT.  Sejumlah mahasiswa mengaku, ada di antara mereka yang ditolak dan hingga kini belum dikonfirmasi pemotongan UKT mereka disetujui atau tidak oleh pihak kampus.

“Saya sudah urus data penurunan UKT sampai sekarang tidak terkonfirmasi, dan sudah kirim ke email ternyata tidak ada nama saya yang keluar, padahal saya grade 2,”kata Yati, salah seorang mahasiswi yang juga mengaku kesulitan membayar UKT, karena orang tuanya terdampak Covid-19.

IKLAN

Mengklarifikasi apa yang disampaikan oleh mahasiswa tersebut, Wakil Rektor II Unram Prof. Dr. Kurniawan, menjelaskan pada dasarnya pihak rektorat dan fakultas, sudah bekerja maksimal untuk menindaklanjuti Permendikbud Nomor 25/2020.

Dalam hal ini, ujarnya, pada tanggal 25 Juni 2020 pihaknya telah melaksanakan rapat kerja universitas (RKU) yang dihadiri oleh semua pimpinan di Unram, di mana salah satu pembahasan rapat adalah menindaklanjuti Permendikbud Nomor 25/2020.

Dilanjutkan lagi rapat pada hari Senin tanggal 29 Juni 2020, diadakan rapat yang dihadiri Wakil Rektor I, Wakil Rektor II, Wakil Rektor III, Wakil Dekan II se Unram, Pustik, Biro, Kabag dan Kasubag membahas mekanisme pemberlakuan pasal 9 Permendikbud 25/2020.

Rapat itu menghasilkan Keputusan bebas SPP/UKT diberikan bagi mahasiswa yang sudah menyelesaikan seluruh pembelajaran baik perkuliahan maupun skripsi.  “Surat keterangan selesai pembelajaran dikeluarkan oleh dekan/prodi,”ujarnya, Rabu, 1 Juli 2020.

Selain itu pembayaran UKT sebesar sampai dengan 50 persen, diberikan bagi mahasiswa semester 9 untuk S1 dan semester 7 untuk D3 dengan ketentuan 30 persen 1-3 SKS dan 50 persen 4-6 SKS. Opsi pilihan pembayaran tersebut tersedia di laman SIA.

Adapun banyaknya mahasiswa yang tidak terakomodir kata Prof. Kurniawan,  disebabkan berbagai hal. Yakni proses pengajuan keringanan UKT bagi mahasiswa sudah dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan yaitu 22 Mei – 5 Juni ditambah waktu perbaikan berkas selama 5 hari 12- 16 Juni.

Data pengajuan keringanan yang masuk melalui Sireg Unram kemudian diverifikasi oleh masing-masing Fakuktas/Prodi untuk mendapatkan hasil diterima atau ditolak. Proses ini dilakukan mulai tanggal 16-20 Juni. Setelah itu tanggal 22 Juni fakultas/Prodi mengirimkan usulan SK penetapan keringanan UKT ke Rektorat. Per tanggal 25 Juni SK diunggah melalui web pada Sireg Unram.

“Insya Allah semua proses sudah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, kami di rektorat dan di fakultas/Prodi sudah melaksanakan dengan baik dan penuh tanggung jawab,” jawabnya. (dys)