Tak Punya Uang Tebus Biaya Persalinan Anak, Residivis Maling Lagi

0

Mataram (Suara NTB) – Romansyah alias Roman sudah malang-melintang di dunia kelam kriminalitas. Empat kali keluar masuk penjara sejak 2012, warga Karang Kemong, Kelurahan Cakranegara Barat itu tak juga jera. Terakhir, ia kembali mencuri di kawasan BTN Sweta.

Roman diciduk Polsek Cakranegara Senin, 31 Juli 2017 lalu. Tukang parkir di Jalan Pejanggik, Cakranegara itu diduga membobol rumah di BTN Sweta, Jumat, 28 Juli 2017 sekitar pukul 11.00 Wita.

IKLAN

Saat beraksi, tersangka sempat memutar kamera CCTV dan mencabut kabelnya usai berhasil melompat masuk rumah milik Sri Rahma. Ia kemudian mengambil TV LED 32 inch, laptop, dan uang tunai Rp 200 ribu.

Dari interogasi, tersangka nekat mencuri lantaran diminta tebusan rumah sakit Rp 20 juta atas biaya persalinan putranya yang kini tinggal bersama mantan istrinya.

“Anak sudah dibawa istri pak. Saya mencuri butuh uang untuk bayar utang. Tebus anak saya biaya persalinan Rp 20 juta,” kata Roman menjawab interogasi polisi.

Ia juga mengaku pernah dihukum penjara di Bali atas pencurian di kamar hotel dengan korban WNA. Berkongsi dengan pegawai hotel, tersangka mencuri uang 5.000 Dolar, kamera, dan emas 15 gram.

“Sudah empat kali masuk penjara pak. Paling lama yang di Bali itu, dipenjara 1 tahun 2 bulan,” jelas Roman. Begitu bebas 2015 lalu, ia kembali ke Mataram ke rumahnya. Aktivitas mencuri kembali ia lakoni di sela pekerjaannya sebagai tukang parkir.

“Tersangka ini spesialis rumah kosong. Residivis lima kali melakukan pencurian. Satu kali pernah mencuri di Bali,” ungkap Kanit Reskrim Polsek Cakranegara, Iptu Gusti Lanang Mahardika, Rabu, 2 Agustus 2017.

Ia menambahkan, Roman memiliki jaringan spesialis bobol rumah kosong hingga luar daerah. Alasan lainnya tersangka mencuri yakni karena sudah ketagihan sabu. “Dia ini pemakai narkoba juga,” terangnya.

Roman yang disangkakan pasal 363 ayat 1 ke-5 KUHP itu sudah mendekam di ruang tahanan Polsek Cakranegara. (why)