Tak Punya Pekerjaan Tetap, Bupati Prioritaskan Bantuan Peralatan bagi Para Hafiz dan Hafizah

Bupati Lobar, H. Fauzan Khalid didampingi Asisten I dan Kabag Kesra saat membuka Bimtek Dewan hakim dan Calon Dewan Hakim Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) di Senggigi.

Giri Menang (Suara NTB) – Bupati Lombok Barat (Lobar), H. Fauzan Khalid memprioritaskan pemberdayaan para hafiz dan hafizah dengan memberikan berbagai bantuan peralatan produksi dan pengolahan.

“Kita sudah rapatkan di tingkat Pemda, bahwa hafiz dan hafizah akan menjadi salah satu prioritas pemberdayaan dari Pemerintah Kabupaten Lombok Barat,” ujar Fauzan saat membuka acara bimbingan teknis peningkatan kapasitas dewan hakim dan calon dewan hakim Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) yang berkualitas dan profesional di Kabupaten Lombok Barat bertempat di Hotel Aruna Senggigi, Senin, 28 September 2020.

Iklan

Pemberdayaan yang dimaksud Fauzan yaitu dengan memberikan bantuan untuk melakukan kegiatan yang bisa mendukung pemenuhan nafkah hafiz dan hafizah. Bantuan itu, jelas Fauzan, bisa dalam bentuk pemberian alat mesin jahit, peralatan untuk budidaya jamur tiram, pembuatan kerupuk, dan sebagainya.”Hafiz dan hafizah mereka sudah menghafal Al-Qur’an dan sudah berkeluarga, pekerjaannya belum tetap, makanya kita prioritaskan,” kata Fauzan.

Mengenai data, Fauzan akan meminta data dari Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Lobar mengenai para hafiz dan hafizah yang akan diberdayakan. “Saya rasa kita akan sangat berdosa jika kita dari pihak pemerintah membiarkannya seperti itu,” jelas Fauzan.

Sementara untuk qori’ dan qori’ah, terang Fauzan, umumnya mereka sering diundang dalam acara-acara tertentu. Hal lain disampaikan bupati yaitu kebanggaan dan rasa syukurnya kepada Dewan Hakim Lombok Barat yang selalu paling banyak menjadi juri dalam acara MTQ dan Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ). “Ini yang harus kita pertahankan, karena dari MTQ ke MTQ, STQ ke STQ alhamdulillah paling banyak dewan hakim itu selalu dari Lombok Barat” ujar Fauzan bangga.

Fauzan juga mengatakan pihak Lombok Barat tidak pernah menyalahkan apabila kafilah Lombok Barat tidak mendapatkan juara 1 dalam acara MTQ seperti tahun 2019 yang lalu. “Kita di Lombok Barat tidak pernah menyalahkan siapapun yang jadi pemenangnya, walaupun dapat juara 3 tapi kita tetap mendapatkan pahala, karena kita yang menyiapkan acaranya,” ujar Fauzan.

Kepala Bagian Kesra, Maksum dalam laporannya menyebut sebanyak 69 Dewan hakim dan calon dewan hakim mengikuti Bimtek. Pelatihan ini, katanya, bertujuan untuk melahirkan dewan hakim yang memiliki kemampuan, berkapasitas, berkualitas serta mampu memberikan penilaian secara profesional pada setiap pelaksanaan MTQ dan STQ Kabupaten Lombok Barat.

Tujuan lainnya, sebut Maksum, yaitu untuk menumbuhkan rasa kebersamaan, kekeluargaan, dan menjalin tali silaturrahmi antar dewan hakim dan calon dewan hakim Lombok Barat, meningkatkan kopetensi sebagai dewan hakim, menyamakan persepsi dan menjalankan unsur-unsur penilaian MTQ dan STQ menuju terwujudnya konektivitas dan kualitas penilaian yang diharapkan. Bimtek ini akan dilaksanakan selama 3 hari yaitu 28-30 September 2020. Sumber dana yaitu dari bantuan dana hibah LPTQ Lombok Barat.

Bupati Fauzan pada bagian lain sambutannya juga mengingatkan para peserta Bimtek yaitu dewan hakim dan calon dewan hakim untuk ikut terjun ke masyarakat menyosialisasikan protokol pencegahan Covid-19. Turut hadir dalam acara tersebut, Asisten III Setda Lobar sekaligus Ketua LPTQ Lombok Barat, H. Mahyudin; Asisten I, Agus Gunawan; Kepala Kantor Kementerian Agama Lombok Barat, H. Jaelani; Sekretaris LPTQ Provinsi NTB, H. Amirin; Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Lombok Barat, H. Lalu Moh Hakam; dan undangan lainnya. (her)