Tak Punya Biaya, Seorang Anak Yatim di Gerung Butuh Bantuan Berobat

Giri Menang (Suara NTB) – Erwin (17) seorang anak yatim berdomisili di Lingkungan Aik Ampat Kelurahan Dasan Geres Kecamatan Gerung mengalami sakit bertahun-tahun. Penyakit komplikasi yang dialami Erwin tak tertangani maksimal lantaran kondisi ekonomi keluarga yang tak mampu. Erwin hanya mengandalkan sang ibu untuk membiayainya, karena sang bapak telah meninggal dunia. Sementara ibunya hanya sebagai buruh batu bata yang penghasilannya hanya puluhan ribu sebulan.

Kepala lingkungan Aik Ampat H Saharudin menuturkan kondisi sakit Erwin dialami sejak 2 tahun terakhir. Dipicu kondisi ekonomi keluarga yang miskin, sebab ibunya hanya bekerja sebagai buruh. Awal mula penyakit Erwin tuturnya, ketika itu dia mengalami panas tinggi. Saat itu ada petugas medis yang kontrol, Erwin salah itu divonis menderita penyakit hernia. Namun untuk pengobatan kurang maksimal akibat keluarga tak mampu.

Iklan

Karena itulah, warga sempat berinisiatf melakukan pengumpulan dana untuk membuatkan kartu BPJS melalui jalur mandiri. Setelah itu barulah Erwin dirujuk ke Rumah Sakit Tripat Gerung, hasil pemeriksaan di rumah sakit ternyata bersangkutan mengalami penyakit avendik (usus buntu) dan penyakit di usus. Bahkan terjadi komplikasi mengarah ke penyakit paru-paru. Setelah dirawat di rumah sakit, kondisi Erwin sempat membaik, namun belakangan kondisinya kembali parah. Bahkan anggota tubuh seperti tangan dan kaki mengalami pengecilan, karena tak mendapat penanganan maksimal.

Beberapa saat lalu Erwin kembali dirujuk ke Rumah Sakit Tripat Gerung, namun kartu BPJS Mandiri yang dimiliki mati, karena tidak pernah dibayarkan. Sehingga pihaknya pun sudah mengurus ke Dinas Sosial untuk mengalihkan ke BPJS tanggungan negara. Setelah itu ia ke Dinas Kesehatan dan ke BPJS. Namun pihak BPJS justru menyampaikan tidak bisa mematikan kartu BPJS Mandiri jika tidak dilunasi tunggakan sebelumnya.

Namun dari pihak Yayasan Endri’s Foundation yang membantu Erwin meminta agar dibantu untuk dialihkan, sedangkan dana yang akan dikeluarkan untuk pelunasan tunggakan diberikan ke pihak keluarga. Saat ini beberapa pihak yang prihatin memberikan bantuan baik dari pihak pengusaha. Sebab saat ini praktis ibu bersangkutan tidak bisa mencari rizki, sebab mengurus Erwin sendirian.

Sementara itu Lurah Dasan Geres Hulaifi, SH menyatakan pihak kelurahan bersama kepala lingkungan sudah memfasilitasi Erwin untuk mendapatkan pelayanan. Namun untuk mendapatkan pelayanan gratis harus memiliki BPJS, akan tetapi kendalanya BPJS-nya mati. Pihaknya sudah ke Dinas Sosial untuk mengurus pengalihan BPJS tersebut, namun diminta melunasi BPJS Mandiri.

“Kami dibantu pihak yayasan mencoba membantu pelunasan tunggakan, kami juga berencana membuat semacam kotak amal atau donasi di kelurahan untuk membiayai hal-hal seperti ini,” ujarnya.

Direktur Rumah Sakit Tripat Gerung Arbail Ishak menyatakan pihaknya sudah menangani bersangkutan dan berharap kondisi Erwin segera pulih. “Kami sudah tangani bersangkutan, kita permudah,” ujarnya. (her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here