Tak Pungut Biaya dari Pengusaha, Tim Saber Pungli Lobar Ingatkan OPD

H. Ilham (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Tim Sapu Bersih (Saber) Pungutan Liar (Pungli) Lombok Barat (Lobar) turun memantau pelayanan publik di Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Seperti Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) dan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Lobar serta Kantor UPT Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).

“Tim Saber Pungli Lobar turun untuk menyapa OPD yang memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat,” ungkap Inspektur pada Inspektorat Lobar, H. Ilham, Jumat, 20 November 2020.

Selain itu, beberapa UPT penghasil Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga disambangi tim Saber Pungli yang terdiri dari Inspektorat, Kejaksaan, TNI, Polri hingga Bakesbangpol, agar UPT mengingat jika tetap mendapat pantauan dan pengawasan.

Menurutnya, turunnya Tim Saber Pungli sebagai bentuk pencegahan terjadinya pungli. Pihaknya ingin melihat lebih dekat pemberitaan terkait antrean panjang saat pengurusan dokumen kependudukan atau pelayanan lain. Hingga pengurusan perizinan yang belum satu pintu karena kesulitan koordinasi. “Nah kita masuk di situ untuk melihat lebih dekat, agar nanti kita bisa memberikan saran masukan terhadap pimpinan daerah kita. Untuk dapat mencegah hal-hal yang tidak diinginkan (pungli),” jelasnya.

Disinggung terkait belum satu pintunya pelayanan perizinan berpotensi munculnya pungutan liar di beberapa OPD yang mengeluarkan rekomendasi. Ilham mengatakan langkah menyapa ini juga bagian untuk mencegah hal itu terjadi. “Kita say hello mereka mungkin akan terkejut sedikit, bertanya mengapa tiba-tiba saber pungli masuk ke tempat kita,” ujarnya.

Paling tidak, kata Ilham dengan begitu para petugas yang melayani masyarakat ingat tetap mendapat pemantauan tim saber.

Meski diakuinya sejauh ini belum ada laporan terkait indikasi pungutan liar atas rekomendasi untuk mengurus perizinan. Namun pihaknya tetap memperingatkan OPD untuk tidak menyalahi aturan.“Kita turun melihat bagaimana praktek layanan itu di OPD-nya tidak terjadi praktik tak baik, sehingga kalau ada hal-hal yang kita curigai, kita warning mereka langsung,” jelasnya. (her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here