Tak Patuh Protokol Covid-19 Pengunjung Dilarang Masuk Lokasi Tanjung Bias

Kondisi Pantai Tanjung bias yang sudah mulai ramai dikunjungi wisatawan lokal

Giri Menang (Suara NTB) – Lokasi wisata Tanjung  Bias Desa Senteluk Kecamatan Batulayar ramai dikunjungi pengunjung setelah dibuka di masa transisi new normal ini. Akan tetapi pengunjung dan pengelola warung makan di lokasi itu masih tak patuh terhadap protokol Covid-19. Pihak desa pun melarang pengunjung masuk lokasi wisata ini kalau tidak mematuhi protokol covid-19. Begitupula warung makan tak patuh bakal ditutup.

Kepala Desa Senteluk Fuad Abdurrahman mengatakan sejak dibuka satu bulan lalu lokasi wisata Tanjung Bias ramai dikunjungi oleh pengunjung. “Tapi upaya penerapan protokol kesehatan selama dibuka memang sebagian teman-teman belum patuh. Apakah ini karena kelalaian atau ketidakpahamam soal ini, sekalipun sudah diimbau dengan bersurat maupun imbauan tapi masih saja ada yang tidak mengerti,” terangnya, Selasa, 21 Juli 2020.

Iklan

Pihak desa, kata dia, sebenarnya sudah jauh sebelumnya melakukan upaya  penerapan tata tertib protokol.  Pihak Dispar dan Satpol PP bersama kecamatan serta desa juga sudah turun mensosiasliasikan kepada pengunjung dan pengelola warung.

Camat Batulayar, Syahruddin mengatakan sosialisasi yang dilakukan tim pemda untuk memastikan protokol kesehatan di tempat wisata dipatuhi oleh masyarakat. “Kita tetap ingin masyarakat berusaha, tapi dengan kondisi saat ini harus taat dan patuh terhadap protokol kesehatan,” ujarnya.

Menurutnya, protokol kesehatan harus ditaati lebih dahulu oleh para pengelola, baru kemudian bisa memaksakan penerapannya kepada masyarakat.

Kepala Dinas Pariwisata H. Saepul Ahkam mengatakan Pemda tidak lelah mensosialisasikan protokol kesehatan ke tengah masyarakat. Seperti yang dilakukannya kepada para pemilik warung di Kawasan Tanjung Bias. Sosialisasi dilakukan di Tanjung Bias 2. Pihaknya telah memberikan protokol kesehatan untuk dijalankan oleh para pelaku. “Per tanggal 23 Juni lalu, kita sudah merilis dan membagikan keputusan Bupati tentang protokol kesehatan di tempat wisata, khususnya warung makan,” terang Ahkam.

Penerapannya, imbuhnya, telah disupervisi oleh pihaknya sehingga harus diambil tindakan pengetetan. “Hari ini kita sosialisasi untuk lebih ketat lagi. Jangan kita mengedepankan usaha, tapi melalaikan protokol kesehatan. Di atas segalanya, keselamatan dan kesehatan kita semua jauh lebih utama,” tegasnya. (her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here