Tak Pakai Produk Lokal, Sekda Lobar Ancam Sanksi SKPD

Giri Menang (Suara NTB) – Anggaran makan-minum SKPD di Lombok Barat (Lobar) yang menembus angka Rp 23 miliar lebih sejauh ini lebih banyak mengalir ke luar daerah, lantaran anggaran ini tak banyak diarahkan mengakomodir dari produk lokal.

‘’Jika SKPD tak tunduk terhadap instruksi tersebut maka akan ada konsekuensi penjatuhan sanksi terhadap SKPD terkait,’’ tegas Sekda  Lobar H. Moh. Taufiq kepada semua SKPD usai me-launching “Ayo Pakai Produk Lobar” di Taman Kota Gerung, Jumat, 7 April 2017.

Iklan

Sekda menegaskan apa yang dihasilkan pelaku usaha industri kecil dan menengah di Lobar harus digunakan oleh masyarakat Lobar sendiri dan masyarakat luar. Sebab mutu dan kualitas produk ini tak kalah dengan daerah lain.

Pihak Pemda juga menggaet pasar modern supaya menjual hasil dari pengusaha di Lobar di setiap toko yang dibuka di Lobar. Selain itu, kebijakan bupati agar semua SKPD tahun ini menggunakan produk lokal untuk memebuhi kebutuhan makan-minumnya. Nantinya PKK dan Dharma Wanita akan bekerjasama dengan pengusaha IKM untuk mengelola supaya kebutuhan makan-minum SKPD setiap hari menggunakan makanan lokal yang dibeli dari pengusaha di Lobar.

“Kita sudah keluarkan SE Bupati terkait hal ini, nanti penekanan ke SKPD supaya setiap rapat menggunakan makanan lokal, kalau berkali-kali diingatkan, namun  tidak melaksanakan itu berarti tidak tunduk ke perintah pimpinan. Itu ada konsekuensinya,” tegasnya.

Terkait kesulitan pemasaran, jelas sekda, dengan banyak SKPD dan jajaran terkait menggunakan produk lokal maka otomatis membuka pasar bagi pengusaha kecil. Jika sebagian besar dana makan-minum dipakai mengakomodir produk lokal, maka sangat membantu IKM. Baginya, momentum peluncuran Ayo Pakai Produk Lobar sangat bagus untuk menumbuhkan rasa kedaerahan khususnya perhatian ke pengusaha kecil.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lobar, Agus Gunawan, menegaskan, launching Ayo Pakai Produk Lobar ini tidak sekadar formalitas, namun konkret melalui penerbitan instruksi bupati ke semua SKPD agar mengakomodir produk lokal. Di samping itu, pihaknya bekerjasama dengan pasar modern untuk memasarkan beberapa jenis produk di tokonya.

Pihaknya akan memperkuat pembinaan pelaku usaha dibawah mulai dari hulu hingga hilir, dalam hal pembinaan ini  bekerjasama dengan pasar modern. “Kerjasama untuk pelatihan nanti sekitar 100-200 pengusaha kecil dan menengah bisa dilatih,” jelasnya. (her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here