Tak Pakai Masker, Tim Gugus Kecamatan Kediri akan Sanksi Tegas Warga

Tim Gugus Kecamatan Kediri turun melakukan penindakan penerapan protokol Covid-19 di pasar. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) –  Tim gugus tugas berupaya menerapkan protokol kesehatan pada masa transisi menuju new normal ini. Salah satunya di tempat umum seperti masjid, puskesmas dan pasar. Khusus penerapan protokol Covid-19 di pasar, pemda telah menunjuk lima pasar di Lombok Barat (Lobar) menjadi pilot project atau percontohan penerapan transisi new normal, yakni Pasar Kediri, Gerung, Narmada, Keru dan Batulayar.

Namun dalam implementasinya justru belum semua berjalan maksimal di semua pasar tersebut. Beberapa kecamatan seperti Kediri terbilang masih konsisten menerapkan protokol Covid-19, bahkan tim gugus tugas memberlakukan sanksi bagi pedagang tak pakai masker. Tim Gugus kecamatan juga siap menindaklanjuti sanksi denda Rp500 ribu bagi warga tak menggunakan masker.

Iklan

Camat Kediri, Hermansyah mengatakan Tim Gugus Kecamatan Kediri masih konsisten sampai hari ini menjalankan baik terkait edukasi, sosialiasi penerapan covid-19 dengan melakukan patroli dan pembatasan malam. Mengimbau kepada semua pedagang dan pengunjung yang ada di wilayah Kediri agar tetap memperhatikan protokol kesehatan.

“Kami cek toko-toko, apakah tersedia tempat cuci tangan, hand sanitizer, menggunakan masker dan jaga jarak. Itu setiap malam kami turun cek, pastikan bahwa mereka melaksanakan protokol Covid-19,” terangnya, Selasa, 28 Juli 2020.

Kendala yang dihadapi di lapangan, masih ada pedagang yang tidak menataati imbauan dari pemerintah kaitan dengan pembatasan jam malam. Bagi pedagang diberikan waktu sampai pukul 22.00 WITA berjualan, setelah itu tutup. Namun dari hasil keliling patrol tiap malam bersama kapolsek dan tim gugus masih ditemukan beberapa pedagang yang berjualan melebihi waktu. Pihaknya terus mengimbau mereka agar menaati protokol kesehatan. Upaya tetap mengedepankan persuasif, dialog dan sisi kemanusiaan.

Untuk pagi hari juga, khusus di Pasar Kediri sebagai pecontohan penerapan protokol covid-19 sejak dua bulan lalu sampai saat ini tetap dipantau dan diawasi pedagang maupun pengunjung. “Sekarang masyarakat di sini, kalau masuk Pasar Kediri harus menggunakan masker, karena kita sudah tegas. Bagi pedagang dan pengunjung yang tidak menggunakan masker kami suruh balik (pulang) atau bisa membeli masker di pasar,”tegas dia.

Upaya ini bukan instan dilakukan namun sudah dilakukan sosialisasi sejak dua bulan lalu. Setelah dua bulan sosialiasi, pihaknya pun mulai menerapkan penindakan. “Alhamdulillah sinergitas antara kecamatan, TNI, Polri dibantu OPD terkait berjalan baik,”ujar dia.

Terkait kebijakan sanksi denda bagi warga tak menggunakan masker ini, pihaknya masih menunggu perintah dari pimpinan dalam hal ini Bupati. Yang pasti kata dia, apapun kebijkan itu muaranya bagaimana agar masyarakat terhindar dari penyebaran Covid-19. “Kalaupun diberlakukan perlu ada sosialisasi bagaimana memberikan pemahaman kepada masyarakat, upaya itu sudah kami lakukan,”jelas dia.

Terpisah, Camat Gerung, H. Mulyadi mengakui upaya menyadarkan masyarakat untuk mematuhi protokol covid-19 baik di pasar sangat berat. “Ketika kami bersama tim kecamatan turun tertibkan, dia tertib. Tapi ketika kami pergi kembali lagi. Apalagi di Pasar Gerung itu ada pasar “selak”, pedagang ramai jam 3-4 pagi, di sini kami kesulitan,”aku dia.

Namun pihaknya tetap tanpa henti mensosialisasikan kepada masyarakat. Bahkan pihaknya sudah meminta pedagang dan pengunjung tak memakai masker diminta pulang. Selain itu, pihaknya akan berupaya melakukan upaya tindak lanjut terhadap penerapan saksi denda Rp 500 ribu bagi warga tak menggunakan masker. (her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here