Tak Pakai Masker, Polantas Bakal Tilang Pengendara

Ilustrasi Penggunaan Masker. (Pixabay)

Praya (Suara NTB) – Apararat Satlantas Polres Lombok Tengah (Loteng) terus menggiatkan operasi Gatarin sebagai salah satu upaya mendorong disiplin masyarakat untuk mematuhi aturan berlalu lintas. Jika sebelumnya operasi hanya difokuskan pada pelanggaran aturan berlalu lintas saja, tapi tahun ini, target sasaran operasi lebih diperluas. Pengendara yang tidak memakai masker akan ditilang.

“Selain yang melanggar aturan berlalu lintas, kita juga menindak pengendara yang tidak mematuhi protokol Covid-19, berupa penggunaan masker,” ungkap Kasat Lantas Polres Loteng, AKP Marully RA., kepada Suara NTB, Rabu, 28 Juli 2020.

Iklan

Jadi bagi pengendaraan yang tidak menggunakan masker saat berkendara, siap-siap untuk ditindak. Mesti menggunakan helm sekalipun. Tindakannya juga tidak main-main, kendaraannya akan ditilang sampai pengendara tersebut menggunakan masker. “Jadi yang kedapatan tidak menggunakan masker saat operasi berlangsung, kendaraanya akan kita tilang. Pengendaranya kemudian kita minta pulang untuk mengambil masker. Baru kendaraanya akan kita berikan kembali,” terangnya.

Ia mengatakan, penindakan terhadap pengendara yang tidak menggunakan masker tersebut sekaligus wahana edukasi kepada masyarakat. Agar bisa lebih disiplin dalam menerapkan protokol Covid-19. Termasuk saat berkendara di jalan raya. Sehingga kedepan masyarakat menjadi terbiasa menerapkan protokol Covid-19 dikehidupanya sehari-hari.

Marully menambahkan untuk hasil operasi Gatarin sendiri sejauh ini total sudah 248 pengendara yang terjaring. Kebanyakan karena tidak menggunakan helm serta mengangkut penumpang menggunakan mobil pick up. Sementara pengendaraan yang tidak menggunakan masker, banyak juga yang sudah ditindak.

Kegiatan operasi akan berlangsung selama 14 hari sampai awal Agustus mendatang. Dengan lokasi kegiatan menyebar di jalur-jalur utama yang ada di Loteng. Tidak hanya di Kota Praya saja tetapi juga di kecamatan-kecamatan operasi juga digelar. “Kalau di Kota Praya target lokasi kita dijalur ramai. Terutama jalur masuk ke Kota Praya,” imbuhnya.

Tak hanya polantas, aparat Pol PP Loteng juga mengintensifkan kegiatan operasi penertiban penggunaan masker kepada masyarakat. Warga yang kedapatan tidak menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah juga diberikan sanksi. Langkah tersebut dilakukan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat, supaya disiplin menggunakan masker, sebagai salah satu bentuk protokol pencegahan penyebaran Covid-19.

“Sekarang hampir setiap hari personel turun ke lapangan untuk memberikan himbauan dan sosialisasi protokol Covid-19. Utamanya terkait penggunaan masker,” ungkap Kepala Sat Pol PP Loteng, Drs. H. Lalu Aknal Afandi, Rabu, 29 Juli 2020.

Sasaran operasi utamanya pada pusat-pusat keramaian dan tempat-tempat yang bisa digunakan masyarakat untuk berkumpul. “Jadi tiada hari tanpa memberikan himbauan dan edukasi kepada masyarakat. Agar patuh dan disiplin menjalankan protokol Covid-19,” jelasnya.

Bahkan di beberapa lokasi, personel Pol PP juga memberikan sanksi tegas bagi masyarakat yang membandel tidak menggunakan masker. Dengan memberikan hukuman berupa push up, utamanya bagi pelajar yang ditemukan tidak menggunakan masker. Sebagai shock therapy supaya mau mengindahkan instruksi pemerintah.

Itu juga untuk kepentingan masyarakat. Bukan hanya kepentingan pemerintah saja. Paling tidak dengan menggunakan masker, bisa meminimalisir potensi terpapar Covid-19. Penggunanya tidak menyebarkan virus ataupun tidak terpapar virus corona dari orang lain.

“Harus dipahami, kita melakukan ini semua demi kepentingan masyarakat luas. Mengingat, pandemi Covid-19 masih berlangsung dan belum ada tanda-tanda akan berakhir,” imbuh Aknal. Personil Pol PP sampai turun itu semua untuk mendisiplikan masyarakat. Demi kebaikan bersama. (kir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here