Tak Miliki Pendukung, Calon Kades Tak Bisa Bertarung

Selong (Suara NTB) – Tahun 2016 ini, sebanyak 53 calon kepala desa (kades) dari 239 desa siap bertarung dalam pemilihan kepala desa (pilkades) serentak tanggal 14 Desember 2016 mendatang. Namun sebelum ditetapkan sebagai calon, mereka harus memenuhi puluhan persyaratan. Salah satunya adalah calon harus mendapatkan dukungan paling sedikit 5 persen dalam Daftar Pemilih Sementara (DPS) di desa tempat mencalonkan diri.

 “Kalau tidak ada pendukungnya sebagaimana yang sudah ditetapkan dalam persyaratan pencalonan, sudah pasti tidak bisa lolos,”terang Kepala Bidang Pemerintah Desa pada Badan Pemberayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Lotim, Ir. Khaerul Amri, Selasa, 20 September 2016.

Iklan

Untuk persyaratan lain, lanjutnya, calon minimal harus berusia 25 tahun atau pendidikan minimal Sekolah Menengah Pertama (SMP)  sederajat. Sedangkan untuk tahap pelaksanaan nanti tetap akan melibatkan Komisi Pemilihan Umum (KPU), Satpol PP dan sejumlah pihak terkait lainnya.

Sementara dalam tahapan pesiapan pilkades serentak, ungkapnya, Pemkab Lotim sedang dalam proses penyusunan RAB. Di mana anggaran untuk mensukseskan pelaksanaan pilkades bersumber dari APBD dan APBDes. Untuk kisaran anggaran dari APBD sekitar Rp 50 juta tergantung jumlah pemilih, karena berpengaruh terhadap pencetakan surat suara. Oleh karena itu, nantinya kepada panitia pemilihan diminta untuk fokus dan bersikap profesional agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Pantauan Suara NTB di ruang bidang Pemdes pada BPMPD Lotim,  beberapa calon kades terlihat keluar masuk ruangan dengan membawa sejumlah surat. Mereka datang untuk berkonsultasi terkait persyaratan-persyaratan agar bisa mencalonkan diri sebagai kades. Jangan sampai, menjelang pelaksana Pilkades mereka mereka harus didiskualifikasi sebagai calon, karena adanya beberapa persyaratan yang belum dipenuhi. (yon)