Tak Merasa Terancam

H.M. Suhaili (Suara NTB/dok)

BERGABUNGNYA mantan Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi ke Partai Golkar, disambut baik Ketua DPD I Partai Golkar NTB, H.M. Suhaili, FT. Ia pun mengaku tidak merasa terancam sedikit pun dengan bergabungannya Tuan guru Bajang (TGB) ke Partai Golkar. Justru menurut Suhaili, bergabungnya TGB bisa membawa angin segar di tubuh partai beringin.

Dengan demikian, ke depan Partai Golkar khususnya di NTB, bisa semakin maju dan berkembang. ‘’Baguslah. Itu kan menandakan kalau beliau (TGB,red) satu visi dengan kita, Partai Golkar. Bagaimana berjuang demi kemaslahatan umat,’’ terang Suhaili, FT, kepada Suara NTB, usai olahraga pagi di Lapangan Muhajirin Praya, Jumat (21/12) kemarin.

Iklan

Menurutnya, Partai Golkar merupakan salah satu partai yang sudah sudah cukup tua dan berpengalaman di negeri ini. Partai Golkar dikenal sangat konsisten memperjuangkan aspirasi masyarakat meski pahit dan getir. Itulah yang mungkin bisa menjadi salah satu alasan kenapa kemudian mantan Gubenur NTB dua periode tersebut mau bergabung dengan Partai Golkar.

Disinggung soal apakah sudah ada komunikasi dengan TGB, Suhaili mengaku baik sebelum ataupun sesudah bergabung, belum ada. Tapi yang jelas, pada prinsipnya keluarga  besar Partai Golkar NTB, sangat mengapresiasikan kesediaan TGB untuk bergabung dengan Partai Golkar. Dengan demikian diharapkan Partai Golkar bisa semakin besar di NTB.

‘’Tentunya beliau juga punya perhitungan yang sudah matang dan tersendiri. Sampai kemudian memutuskan bergabung untuk sama-sama berkhidmat di Partai Golkar,’’ imbuhnya.

Mungkin banyak penilaian kalau apa yang dilakukan TGB tersebut merupakan bagian dari manuver politik, itu sah-sah saja. Tapi yang namanya penilaian, belum tentu yang orang lain nilai jelek itu benar. Bisa jadi itu langkah yang bagus bagi yang bersangkutan. Dan, setiap orang punya hak untuk masuk serta bergabung ke partai manapun. ‘’Mau pindah-pindah partai itukan hak orang,’’ kata Suhaili.

Ditanya apakah masuknya TGB karena ada misi khusus untuk mengincar posisi tertentu di DPD I Partai Golkar NTB, Bupati Loteng menegaskan tidak terlalu memusingkannya. Bahwa setiap masa itu pasti ada orang. Dan, orang juga pasti ada masanya. Termasuk di Partai Golkar sendiri. ‘’Jadi kita santai saja. Biarkan berjalan, karena itulah politik,’’ tegasnya.

Kalaupun kemudian ke depan Partai Golkar dipimpin oleh pigur tertentu, itu hal yang biasa. Begitu pula jika kemudian ada partai politik yang dipimpin oleh orang Golkar juga tidak menjadi masalah. Yang penting sekarang masuknya TGB bisa memberikan dampak positif bagi perkembangan dan kemajuan Partai Golkar di masa-masa yang akan datang. (kir)