Tak Mendaftar, Eks Honorer K2 Langsung Gugur Seleksi P3K

Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB, Yus Harudian Putra (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB membuka rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) selama dua hari, 16-17 Februari 2019. Pemprov mendapatkan jatah P3K sebanyak 458 orang yang merupakan eks honorer K2.

Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB, Yus Harudian Putra, S. STP yang dikonfirmasi Suara NTB, Minggu, 17 Februari 2019 siang menyebutkan jumlah pendaftar hingga pukul 11.38 Wita sebanyak 273 orang. Masih ada waktu bagi eks honorer K2 untuk mendaftar secara online sampai pendaftaran ditutup Minggu malam.

Iklan

Bagi eks honorer K2 yang tidak mendaftar maka langsung gugur ikut seleksi P3K. ‘’Daftar online ini adalah salah satu persyaratan rekrutmen (P3K),’’ jelas Yus.

Disebutkan, dari 458 eks honorer K2 tersebut terdiri dari guru 457 orang dan penyuluh pertanian satu orang. Diharapkan semua eks honorer K2 yang berjumlah 458 orang sesuai data base BKN, semuanya mendaftar online.

Sebelumnya, Pemprov NTB dan 10 Pemda kabupaten/kota meminta Kemen PANRB menunda rekrutmen P3K. Pasalnya, Pemda belum siap dari sisi anggaran. Baik anggaran pelaksanaan rekrutmen maupun penggajian P3K.

Hal tersebut sesuai hasil rapat koordinasi antara Kepala BKD NTB dan Kepala BKDPSDM kabupaten/kota beberapa waktu lalu. Untuk Pemprov NTB, sebenarnya dari sisi anggaran tidak masalah. Pasalnya, dalam APBD murni 2019, telah dialokasikan anggaran untuk  guru honorer  SMA/SMK dan SLB sebesar Rp52 miliar  yang selama ini dibayar sesuai jam mengajar.

Namun penyesuaian anggaran tersebut perlu dikomunikasikan dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Selang beberapa hari, Pemprov kemudian membuka rekrutmen P3K.

Data Kemen PANRB, sebanyak 7.162 eks honorer K2 dapat ikut seleksi calon P3K. Terdiri dari guru, tenaga kesehatan, penyuluh pertanian dan penyuluh pertanian Kementerian Pertanian (Kementan).

Untuk Pemprov NTB, jumlah eks honorer K2 yang dapat ikut seleksi P3K sebanyak 458 orang. Terdiri dari guru 457 orang dan penyuluh pertanian Kementan 1 orang. Kemudian Kota Mataram sebanyak 88 orang, terdiri dari guru 72 orang, tenaga kesehatan 6 orang dan penyuluh pertanian Kementan 10 orang.

Lombok Barat sebanyak 289 orang, terdiri dari guru 234 orang dan penyuluh pertanian Kementan 55 orang. Lombok Tengah sebanyak 1.250 orang, terdiri dari guru 1.180 orang, tenaga kesehatan 1 orang dan penyuluh pertanian Kementan 69 orang.

Lombok Timur sebanyak 721 orang, terdiri dari guru 618 orang, tenaga kesehatan 10 orang dan penyuluh pertanian Kementan 93 orang. Lombok Utara sebanyak 78 orang, terdiri dari guru 56 orang dan penyuluh pertanian Kementan 22 orang.

Sumbawa Barat sebanyak 209 orang, terdiri dari guru 192 orang dan penyuluh pertanian Kementan 17 orang. Sumbawa sebanyak 1.003 orang, terdiri dari guru 946 orang, tenaga kesehatan 9 orang dan penyuluh pertanian Kementan 48 orang.

Dompu sebanyak 511 orang, terdiri dari guru 470 orang dan penyuluh pertanian Kementan 41 orang. Bima sebanyak 1.885 orang, terdiri dari guru 1.783 orang, tenaga kesehatan 22 orang, penyuluh pertanian 13 orang dan penyuluh pertanian Kementan 67 orang. Terakhir, Kota Bima sebanyak 670 orang, terdiri dari guru 649 orang, tenaga kesehatan 4 orang dan penyuluh pertanian Kementan 17 orang.

Sehingga, jika ditotal, jumlah eks honorer K2 yang dapat ikut seleksi P3K untuk guru sebanyak 6.657 orang, tenaga kesehatan 52 orang, penyuluh pertanian 13 orang dan penyuluh pertanian Kementan sebanyak 440 orang. (nas)