Tak Lolos Seleksi, Pendaftar Diarahkan ke Sekolah Lain

Masyarakat saat mengadu ke Dinas Dikbud NTB karena tidak diterima di tiga pilihan sekolah saat PPDB jalur zonasi, pada Jumat, 10 Juli 2020.(Suara NTB/ron)

Mataram (Suara NTB) – Pendaftar Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jalur zonasi SMA negeri yang tidak lulus seleksi akan diarahkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB untuk masuk ke sekolah yang kuotanya belum terpenuhi. Dinas Dikbud NTB membutuhkan waktu sekitar satu pekan untuk mengatur hal tersebut.

Ketua Panitia PPDB Provinsi NTB yang juga Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, H. Muhammad Fauzan ditemui di ruang kerjanya, Jumat, 10 Juli 2020 mengatakan, bagi pendaftar yang tidak diterima di tiga pilihan sekolah akan dimasukkan ke sekolah yang belum terpenuhi. Ia menyebutkan, untuk di Kota Mataram, sekolah yang kuotanya belum terpenuhi antara lain SMAN 8 Mataram, SMAN 10 Mataram, dan SMAN 11 Mataram.

Iklan

“Nanti akan kami verifikasi, rumah siswa lebih dekat dengan SMA mana yang masih belum terpenuhi kuota siswa barunya,” ujar Fauzan.

Menurutnya, kondisi calon siswa yang tidak diterima seleksi PPDB cukup banyak terjadi di Kota Mataram. Di samping itu, di daerah lain juga terjadi kondisi tersebut. Fauzan mengatakan, calon siswa tersebut perlu menunggu selama satu minggu terkait kepastian sekolah yang ditempati mereka.

“Paling banyak di Kota Mataram, daerah lain juga ada. Mereka menunggu seminggu, karena Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) juga tidak langsung tanggal 13 Juli (pekan depan),” katanya.

Fauzan juga menepis anggapan pihaknya akan menambah kuota siswa di satu sekolah melebihi ketentuan yang diatur oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Terutama berkaitan dengan jumlah siswa dalam satu rombongan belajar. “Kalau seperti itu (siswa dalam satu rombel melebihi ketentuan), nanti tidak bisa masuk Data Pokok Pendidikan (Dapodik), tidak bisa dapat Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

  Pendaftaran di Dinas, PPDB SMP di Kota Mataram Berpotensi Terjadi Kolusi dan Nepotisme

Pihaknya memastikan akan mengatur agar siswa bisa bersekolah. Ia mengatakan permasalahan itu bisa diatasi pihaknya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Dikbud NTB, Dr. H. Aidy Furqan, S.Pd., M.Pd., mengatakan, bagi pendaftar yang tidak diterima di salah satu sekolah yang berada di zona tempat tinggalnya, akan dicarikan jalan keluar. Terutama akan dimasukkan ke sekolah yang kuota siswa barunya belum terpenuhi. “Sebab kalau kami paksakan di sekolah yang kuota sudah terpenuhi, ruangan belajar tidak cukup, tidak bisa dipaksa,” katanya.

Untuk PPDB SMA, ada empat jalur yang dibuka yaitu jalur zonasi dengan kuota minimal 60 persen, jalur afirmasi dengan kuota paling banyak 20 persen, jalur perpindahan tugas orang tua/wali paling banyak lima persen, dan jalur prestasi dengan kuota paling banyak 15 persen. Kuota per rombongan belajar SMA maksimal 32 orang. (ron)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here