Tak Kunjung Dimanfaatkan, Pabrik Pengolahan Limbah Medis Beroperasi Pertengahan September

Madani Mukarom (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) – Pabrik pengolahan limbah medis yang dibangun di Lemer Sekotong Lombok Barat akan segera beroperasi pertengahan September ini. Operasional pabrik limbah medis sebelumnya terkendala akibat belum adanya akses jalan yang memadai dan pasokan listrik.

“Info dari KLHK (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan) rencana mau dilaunching pertengahan September 2021,” kata Kepala Dinas LHK NTB, Ir. Madani Mukarom, B.Sc.F., M.Si., dikonfirmasi Suara NTB, Jumat, 3 September 2021.

Iklan

Pembangunan pabrik limbah medis tersebut telah tuntas akhir 2020 lalu. Namun, sampai awal 2021 hingga saat ini belum dioperasionalkan. Madani mengatakan, untuk akses jalan menuju pabrik tersebut, Dinas Perumahan dan Permukiman membangun jalan sementara dengan melakukan pengerasan perataan jalan yang ada.

Untuk menuju lokasi pabrik, sepanjang 2,5 km jalan diperbaiki. Sedangkan untuk gardu listrik, kebutuhan anggarannya sekitar Rp400 juta lebih.

Kapasitas pabrik pengolahan limbah medis yang dibangun  sebanyak 300 kg per jam. Dalam sehari, mesin akan beroperasi maksimal 10 jam. Sehingga, kapasitasnya sebesar 3 ton per hari.

Dengan adanya pabrik ini, maka limbah medis yang berasal dari Puskesmas dan rumah sakit yang ada di NTB, sudah bisa diolah di dalam daerah, tanpa harus dikirim ke Jawa. Ia menyebutkan kawasan hutan yang ada di Lemer saat ini akan dijadikan sebagai pusat industri pengolahan sampah.

Kawasan yang disiapkan seluas 157 hektare. Untuk saat ini, baru 5 hektare yang sudah mendapatkan izin dari Kementerian LHK. Ke depan, seluas 157 hektare yang kita siapkan. Saat ini, izinnya sedang diajukan  ke Kementerian LHK. (nas)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional