Tak Kenakan Masker, Sanksi Denda Belum Bisa Diterapkan di Mataram

Ilustrasi penertiban warga yang tak menggunakan masker. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Provinsi NTB telah mengeluarkan peraturan sanksi denda bagi warga yang tidak menggunakan masker. Meski demikian, aturan tersebut belum bisa diterapkan di Kota Mataram. Satuan Polisi Pamong Praja masih menunggu petunjuk pelaksana dan petunjuk teknis.

Kepala Satpol PP Kota Mataram, Bayu Pancapati, Jumat, 7 Agustus 2020, belum mau memberikan komentar terkait pelaksanaan sanksi denda bagi pelanggar protokol kesehatan Covid-19. Pasalnya, petunjuk teknis (juknis) dan petunjuk pelaksanaan (juklak) aturan tersebut belum diterima dari Pemprov NTB.

Iklan

“Belum bisa berkomentar karena masih rancangan dan juklak – juknisnya belum turun ke kota,” jawab Bayu.

Juklak – juknis ini menurutnya, jadi rujukan untuk bertindak. Rancangan draf peraturan daerah (perda) terhadap pedoman pelaksanaan adaptasi kebiasaan baru dalam penanggulangan Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 yang disusun Pemkot Mataram, juga memberikan kewenangan bagi aparat penegak Perda untuk menindak pelanggaran. Pol PP akan dibantu TNI dan Polri sebagai bagian dari tim gugus tugas.

Kata Bayu, apabila regulasi itu sudah disahkan, maka akan dilaksanakan. “Ya itu tadi. Kalau sudah ada kita pasti siap laksanakan,” terangnya.

Pengawasan protokol kesehatan dilaksanakan berdasarkan petunjuk Perda. Menurutnya, paling efektif adalah dengan melaksanakan patroli dan penindakan di tempat. Dengan keterbatasan personel pengawasan dilaksanakan per zona secara acak. Penertiban maupun penindakan akan dibantu TNI dan Polri.

Warga yang melanggar protokol kesehatan dengan tidak mengenakan masker akan dikenakan denda Rp100 ribu, atau memilih sanksi sosial membersihkan kamar mandi di pasar.

Menurutnya, tidak bisa serta merta petugas melakukan penindakan. Pemerintah perlu mensosialisasikan minimal seminggu setelah regulasi ditetapkan. “Karena bagaimanapun ini langsung penindakan,” timpalnya.

Oleh karena itu, pelaksanaan di lapangan masih menunggu koordinasi dari Satpol PP NTB. Meminimalisir pelanggaran, ia mengingatkan masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Hal ini menjadi ikhtiar bersama antara pemerintah dan masyarakat serta stakeholder lain untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona. (cem)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here