Tak Kantongi Izin, Dua Retail Modern di Mataram Ditutup

Mataram (Suara NTB) – Pengusaha retail modern di Mataram kembali membuat ulah. Belum mengantongi izin, justru nekad beroperasi. Satuan Polisi Pamong Praja mengambil sikap tegas dengan menutup usaha waralaba tersebut. Dua retail modern itu terletak Jalan Hasanuddin Cakranegara dan Jalan Prabu Rangka Sari Kelurahan Babakan.

Mereka, kata Kasat Pol PP, Bayu Pancapati belum mengantongi izin mendirikan bangunan dan izin lokasi. Padahal, dua izin itu menjadi syarat untuk mengajukan izin swalayan di Dinas Perdagangan. “Kita minta pengusaha kerjasama yang baik. Belum keluar IMB dan ILOK jangan beroperasi dulu,” kata Bayu mengingatkan, Kamis, 12 April 2018.

Iklan

Pada bulan Desember 2017 lalu, pihaknya telah melayangkan surat teguran ke pengusaha agar tidak beroperasi sebelum izin keluar. Rupanya, pengusaha membandel. “Kita sudah turun sesuai prosedur,” ujarnya.

Terkait 14 izin retail modern telah kedaluwarsa, diakui Bayu, sudah menerima informasi dari Dinas Perdagangan. Ranah peneguran diserahkan ke instansi teknis agar pengusaha memperpanjang izin mereka. Masalah disetujui atau tidak tergantung kebijakan kepala daerah. Yang jelas, pihaknya tetap mengawasi keberadaan mereka. “Tadi, saya sudah terima tembusan jawaban pemilik retail modern,” akunya.

Kepala Dinas Perdagangan, Lalu Alwan Basri justru memiliki pendapat berbeda. Pengusaha retail modern justru tak kooperatif menindaklanjuti surat teguran disampaikan pekan kemarin. Sehingga, pihaknya akan melakukan tindakan dengan mengirimkan surat teguran kedua.

Disesalkan Alwan, kecenderungan pengusaha saat mengurus izin cukup kooperatif. Berbeda ketika izin operasi tak berlaku justru menunjukkan sikap tak taat aturan. “Begitu masa berlaku habis, tidak kooperatif. Mereka pasti tahu masa berlaku izin usahanya. Tidak harus ditegur seperti ini,” sesalnya.

Tindakan tegas selanjutnya, pihaknya menunggu kebijakan kepala daerah. Dan rekomendasi dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan termasuk tim lainnya. “Nanti tergantung kepala daerah dan tim seperti apa rekomendasinya,” demikian jawab Alwan. (cem)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here